Enam Desa dan Dua Kelurahan Terendam

SAMPANG – Sejak Senin (11/4) hingga kemarin (13/4), intensitas hujan cukup tinggi mengguyur wilayah Kota Sampang. Akibatnya, enam desa dan dua kelurahan terendam banjir. Yakni Desa Pangelen, Tanggumong, Paseyan, Gunung Maddah, Kamoning, Banyumas, Kelurahan Dalpenang, dan Rong Tengah.

Awalnya, yaitu pada Senin dan Selasa (12/4), hanya dua desa dan satu kelurahan yang terendam banjir. Dua desa dimaksud adalah Panggung dan Gunung Maddah. Sedangkan kelurahannya yaitu Dalpenang. Banjir pada Senin disebabkan luapan Sungai Napo di wilayah timur Kecamatan Omben.

Banjir berlangsung dari pagi hingga siang. Senin sekitar pukul 23.00 sampai Selasa pagi, giliran Kali Kamoning  yang meluap. Luapan Kali Kamoning menggenangi dua desa dan satu kelurahan dengan ketinggian air 20-30  sentimeter.

Di Kelurahan Dalpenang dan kawasan Jalan Imam Bonjol, ketinggian genangan air mencapai 20 sentimeter. Sedangkan di kawasan Jalan Suhadak, Melati, dan Abdullah, ketinggian air sekitar 20-30 sentimeter. Sementara menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Wisnu Hartono, ketinggian air di enam desa dan dua kelurahan malah mencapai 30-75 sentimeter.

”Tapi banjir berangsur-angsur surut. Kemungkinan, banjir tidak akan besar,” katanya kemarin. Wisnu meyakini, meski wilayah perkotaan diguyur hujan deras, banjir besar tidak akan terjadi. Banjir besar akan terjadi kalau di wilayah utara diguyur hujan lebat. Seperti Kecamatan Kedungdung, Robatal, Karang Penang, dan Omben.

Di lokasi terpisah, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Sampang Malik Amrullah mengatakan, sebagai antisipasi pihaknya mendirikan dapur umum untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir.

”Kami hanya mendirikan satu dapur umum di Jalan Semeru. Kami bekerja sama dengan karang taruna, TNI, PMI, dan polres,” jelasnya.  Abdullah Sakbanah, 29, warga  Jalan Suhadak, mengaku tidak bisa memasak akibat banjir kemarin. Dia meminta kiriman makanan dari saudaranya yang tinggal di Jalan Mutiara.

”Saya dan keluarga tidak mengungsi. Tapi makanan dibuatkan oleh saudara yang rumahnya tidak terkena banjir,” tutur dia. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • dinsos Kota Sampang Madura
  • kepala dinas sosial sampang malik amrullah