Dua Tersangka Akhirnya Dibui

Kasus Dugaan Korupsi Dana Tebu

SAMPANG – Dua tersangka kasus dugaan korupsi dana pengembangan tebu di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sampang yakni Syaikhul Anwar dan Edy Junaidi ditahan paksa kemarin (14/1). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang  menolak permohonan tersangka  tidak ditahan dengan pertimbangan memperlancar proses hukum.

Edy-Junaidi-mendapatkan-pengawalan-ketat-menuju-mobil-tahanan.

Edy Junaidi sebenarnya mengajukan permohonan tidak ditahan, tapi ditolak. Salah satu alasannya, untuk memperlancar proses hukum. ”Demi kelancaran proses persidangan, Edy Junaidi kami tahan,” kata Humas Kejari  Sampang Joko Hariyanto.

Beberapa menit kemudian, Kejari Sampang menggelar konferensi pers terkait penahanan  dua tersangka. Para  jaksa, yakni Wahyu Triantono,  Joko Hariyanto, dan Misjoto  yang dipimpin Kepala Kejari  Sampang Adhi Prabowo menjelaskan  lebih detail tentang kasus dugaan korupsi dana  pengembangan tebu.

”Kami melakukan penahanan paksa kepada dua tersangka. Pertimbangannya  agar tidak melarikan diri dan mempengaruhi para saksi,” tegas Adhi Prabowo. Dalam kasus tersebut, kerugian  negara sekitar Rp 21 miliar.  Padahal anggaran program  pengembangan tebu 2013 mencapai  Rp 29 miliar.

Dana Rp 27  miliar untuk penanaman tebu dan Rp 2 miliar untuk fasilitas penunjang. Faktanya, meski semua dana dicairkan, tapi  kegiatan tidak terealisasi.  Diketahui, 1.500 hektare lahan  tebu yang diajukan banyak  tidak terealisasi.

Dua koperasi  yang ditunjuk, yakni Koperasi Usaha Makmur dan Serba Usaha tidak merealisasikan  sesuai rencana. Masing-masing koperasi menerima jatah penanaman tebu seluas 750 hektare. Namun mereka tidak  merealisasikan meski dana sudah diterima.

Baik Koperasi Usaha Makmur  maupun Koperasi Serba  Usaha hanya merealisasikan sekitar 166 hektare tebu. Lebih  parah, lahan yang diajukan dishutbun  terhadap pemerintah  pusat diketahui tidak ada. Hal  itu terungkap setelah Badan Pengawasan Keuangan dan  Pembangunan (BPKP) Jatim melakukan penghitungan kerugian negara.

”Kami tidak main-main dengan  kasus ini. Sesuai audit BPKP, dua koperasi diketahui  tidak merealisasikan kewajibannya. Dalam waktu dekat  kami akan melimpahkan berkas kasus ini ke Pengadilan Tipikor Surabaya,” tegasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, dua tersangka keluar  dari ruang JPU menggunakan  baju tahanan. Mereka dikawal sejumlah petugas kejaksaan dan diikuti beberapa  keluarga tersangka menuju mobil tahanan. Wajah  Syaikhul Anwar lebih santai dibandingkan Edy Junaidi.

Keduanya langsung dibawa ke Rutan Kelas II B Sampang sekitar pukul 14.15. Dalam kasus itu Kejari Sampang  sudah menetapkan tiga tersangka. Yaitu, Kasi Bina Manfaat Dishutbun Sampang Syaikhul Anwar, Edy Junaidi  sebagai ketua Koperasi  Usaha Makmur, dan Abdul Aziz selaku ketua Koperasi  Serba Usaha.

Namun Abdul  Aziz belum ditahan seperti  dua tersangka lainnya. Sebab  dua kali pemanggilan, Abdul  Aziz tidak hadir. Kasi Pidsus Kejari Sampang  Wahyu Triantono berjanji akan  bertindak tegas. Pihaknya sudah mendatangi rumah Abdul  Aziz, tapi yang bersangkutan tidak ada.

”Kami tetap berusaha mencarinya,” kata dia. Kuasa Hukum Edy Junaidi yakni Arifin Sahibu mengaku  tidak masalah dengan ditolaknya permohonan kliennya.  Sebagai kuasa hukum, dia  berjanji akan mengungkap semua orang yang diduga  terlibat dalam persidangan  nanti. ”Kami menghargai  proses hukum. Kami juga siap menjalani persidangan,”  ucapnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • PROFIL ADHI PRABOWO KEJARI SAMPANG