Dua Pengendara Tewas

Gara-gara Abaikan Rambu-Rambu

PAMEKASAN – Keberadaan rambu-rambu lalu lintas di  jalan raya sangat penting dipatuhi. Hal itu agar pengendara dapat berkendara dengan teratur dan selamat. Jika tidak memerhatikan rambu-rambu di jalan, pengendara  bakal mengalami nasib seperti  Mujelis, 18, warga Desa Larangan  Tokol, dan Misen, 55, warga Desa Branta Tinggi, Kecamatan  Tlanakan.

Warga-sedang-melihat-kondisi-kendaraaan-yang-rusak-akibat-kecelakaan-kemarin.

Keduanya tewas dalam peristiwa kecelakaan maut di Jalan Raya Larangan Tokol Kamis malam (21/1). Menurut informasi warga  sekitar, kecelakaan maut itu bermula saat Misen mengendarai Honda Grand nopol M 3567  PF dari arah timur.

Setiba di lokasi kejadian, Misen berniat  belok kanan.  Tanpa melihat dan memerhatikan rambu-rambu lalu lintas, Misen langsung belok  kanan. Apes, kondisi jalanan yang dikira aman, ternyata dari belakang melaju sepeda motor Yamaha Vixion nopol M 5139  BB yang dikendarai Mujelis boncengan dengan Gufron.

Karena melaju kencang, Mujelis  tidak bisa menghentikan motor yang dikendarainya.  Akhirnya, tabrakan pun tidak bisa dihindari. ”Kedua sepeda motor itu  sama-sama dari arah timur.  Tetapi yang di depan langsung belok kanan memotong jalan sepeda motor yang di belakangnya,” kata warga yang enggan disebut namanya.

Kanit Laka Iptu Tamsil Efendi  menjelaskan, akibat laka itu bodi depan sepeda motor Yamaha Vixion rusak berat. Begitu  juga sepeda motor Honda  Grand mengalami rusak di  bagian depan. Kedua kendaraan  sudah diamankan di  gudang Satlantas Polres Pamekasan  sebagai barang bukti.

”Kami tetap memproses hukum ini. Keterangan dari berbagai saksi dan korban yang selamat sudah kami miliki. Kami masih akan melakukan penyelidikan,” ujarnya.  Mengenai banyaknya kecelakaan,  Tamsil mengingatkan, pada musim penghujan memang  berpotensi sering terjadi  laka.

Karena itu, dia meminta  agar pengendara waspada diri.  Kondisi lampu, rem, dan ban  menurutnya harus dikontrol.  Yang terpenting pengendara harus mematuhi aturan lalu  lintas (lalin).  ”Kedua korban (Mujelis dan Gufron, Red) masih berstatus siswa. Karena itu, saya mengimbau agar  siswa berhati-hati dan menaati  aturan lalu lintas,” katanya.

Bagi yang tidak menaati aturan,  pihaknya akan memberikan tindakan  tegas. Seperti pengendara yang tidak mengenakan helm,  lampu kendaraannya mati, dan  lain sebagainya.  ”Itu sebagai upaya memberikan  efek jera dan meminimalisasi  angka kecelakaan,” pungkasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • kecelakaan larangan tokol
  • Berita kecelakaan akibat tidak mematuhi lalu lintas di pamekasan
  • kecelakaan maut di branta tinggi