Dua Kelurahan Masih Tergenang di Sampang

SAMPANG – Bencana banjir masih menggenangi Sampang hingga kemarin (26/9). Sebab, pada hari kedua itu terjadi kiriman air dari  wilayah utara. Akibatnya, Kelurahan Rongtengah dan Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Kota masih tergenang.

Tinggi air  meningkat hingga 1,5 meter.  Sejumlah lokasi masih tergenang. Antara lain, Jalan Pahlawan, Jalan  Imam Bonjol, dan Jalan Bahagia. Selain itu, Jalan Trunojoyo dan Jalan Suhadak. Air tidak mengalir begitu  deras. Namun, aktivitas warga di dua kelurahan tersebut masih lumpuh.

Kepala BPBD Sampang Wisnu Hartono mengatakan, dari lima desa dan  empat kelurahan yang digenangi air, masih tersisa dua kelurahan. Dia mengakui, debit air semakin meningkat. ”Itu karena kiriman dari Kecamatan Omben. Beberapa ruas jalan seperti di Imam Bonjol, Suhadak, Melati, dan Mawar ada peningkatan,” katanya.

Dia mengungkapkan, ketinggian air di Jalan Imam Bonjol di atas satu meter. Sementara untuk Jalan Melati 1,5 meter. Untuk mengantisipasi banjir  susulan, pihaknya bersama tim  dari Polri, TNI, PMI, satpol PP terus memantau perkembangan banjir.

”Jumlah KK yang terdampak banjir secara keseluruhan 5.585. Jumlah jiwa sekitar 23  ribu lebih,” imbuhnya.  Di wilayah utara masih selalu mendung dan hujan. Wisnu tidak bisa memprediksi, kapan air akan susut. ”Tapi, kami melihat seberapa lama dan deras  hujan,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah menyiapkan lokasi pengungsian di GOR Wijaya Kusuma, pendapa, dan Sumur Daksan. Tapi masyarakat tidak mau diungsikan. Untuk kerugian  belum diketahui. ”Kerusakan belum didata karena banjir masih menggenang sebagian wilayah,” terangnya.

Kabagops Polres Sampang Kompol Syaiful Anam mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan. Juga, sudah menyebarkan anggota ke beberapa  lokasi. ”Baik pengamanan lalu lintas dan pemantauan banjir.  Kapolres juga turun langsung memantau lokasi,” jelasnya.

Sementara itu, Wabup Sampang Fadhilah Budiono mengatakan, penanganan  bencana banjir hanya bisa di lakukan jika pemerintah pusat ikut turun tangan. Sebab, jika   mengandalkan dana APBD  tidak memungkinkan. ”Sejauh ini yang kami lakukan hanya membangun embung untuk  mengurangi volume banjir,”  tandasnya. (radar)