Dua Anggota Positif setelah Dites Urine

BANGKALAN – Sebanyak 50 personel anggota Polres Bangkalan dites urine kemarin (5/4). Mereka terdiri atas 17 polsek jajaran, satreskrim, satintelkam, dan satnarkoba. Hasilnya, dua oknum anggota dinyatakan positif mengonsumsi narkoba.

Pelaksanaan tes urine tersebut dilakukan diam-diam. Tak seorang pun anggota lain mengetahui informasi tes urine sebelumnya. Seharusnya, tes urine itu dilakukan Senin (4/4). Namun, karena ada video conference (vidcon), rencana tersebut ditunda dan dilaksanakan kemarin.

Kabaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin mengatakan, tes urine itu merupakan bentuk atensi dan perintah dari presiden. Menurut dia, akan  ada tes urine susulan di Korps Bhayangkara yang melibatkan para perwira. Bahkan, provos  akan turun ke polsek-polsek.

”Rata-rata, yang diperiksa jabatannya Brigadir. Akan ada program dari pimpinan untuk melakukan tes urine secara acak  di polsek jajaran,” ucap pria yang hobi berpantun itu. Menurut dia, dari hasil tes urine 50 personel anggota polres, hanya dua perwira yang  positif mengonsumsi narkoba.

Keduanya merupakan anggotadi salah satu polsek. Sayangnya, Bidarudin menutup rapat-rapat  asal polsek dua anggota itu. Kedua  anggota berpangkat Brigadir  dengan inisial DA dan BJ.  ”Saat ini kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sejauh mana tingkat keparahannya.  Selain itu, ada tindakan disiplin berupa sidang,” ujar Bidarudin.

Mantan Kasat sabhara itu menyatakan  tidak mau terburu-buru  mengambil keputusan.  Sebab, hal tersebut harus dikomunikasikan dengan pimpinan. Menurut dia, pemecatan bisa dilakukan jika hasil pemeriksaan keluar. Itu pun bila tingkatannya sangat parah.

”Yang jelas, dua anggota itu bisa dikenai sanksi administrasi, penundaan kenaikan pangkat, gaji berkala ditunda, dan ditempatkan  di tempat khusus,” katanya. Menurut dia, dengan adanya temuan dua anggota terbukti positif menggunakan narkoba, ke depan pihaknya akan lebih  mengawasi polsek jajaran. Selain itu, para perwira juga akandites urine.

”Kami masih menunggu petunjuk  pimpinan. Sewaktu-waktu bisa saja dilakukan tes urine. Karena sifatnya nanti dadakan. Tapi, tentu sudah direncanakan,”  ucap Bidarudin. (radar)