Dokter Polisikan Pengacara

SUMENEP – Tidak terima kliniknya dilaporkan tidak berizin ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Noer Moh. Mujib selaku pemilik Klinik Farhan melaporkan seorang pengacara, yakni Azam Khan ke Mapolda Jatim.

Laporan itu  dimasukkan minggu lalu terkait  pencemaran nama baik yang  dilakukan terlapor.  Ceritanya, pada 2010 silam,  Azam menuding klinik milik dr  Mujib di Jalan Kamboja, Sumenep tidak berizin. Bahkan, pengacara kondang itu juga melaporkan Klinik Farhan ke Kemenkes.

Atas laporan Azam, Kemenkes memerintahkan Dinas  Kesehatan (Dinkes) Sumenep  untuk mengklarifikasi ke Klinik Farhan. Setelah dikroscek, ternyata Klinik Farhan mengantongi izin resmi.

”Apa yang dilaporkan Azam tidak terbukti dan mengakibatkan nama baik Klinik Farhan tercemar. Untuk itu, kami laporkan ke polda,” ujar Kuasa Hukum dr Mujib, Supyadi kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (26/3).

Menurut Supyadi, laporan palsu Azam membuat kliennya mengalami kerugian materil dan nonmateril. Di antaranya, banyak pasien yang enggan berobat dan dokter muda juga tidak mau praktik di Klinik Farhan. Hal itu karena informasi tentang tidak adanya izin klinik telah tersebar secara luas.

”Sudah cukup lama kami bersabar, akhirnya kami putuskan  melaporkan Bang Azam,” katanya kemarin. Dijelaskan, Azam dilaporkan ke SPKT Polda Jatim dengan  Pasal 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik. Dia  berharap, hukum tetap ditegakkan  meski lawannya adalah seorang pengacara.

Supyadi mengatakan, laporan  itu tidak semata sebagai bentuk perlawanan hukum  terhadap seseorang yang paham hukum. Tapi lebih dari itu, kata dia, ingin menjelaskan  kepada masyarakat bahwa yang tersirat kabar tentang klinik ilegal itu tidak benar.  Dengan demikian, masyarakat bisa senantiasa berobat dan konsultasi ke klinik tersebut dengan hati tenang.

”Jujur saja  pasca dikabarkan illegal, Klinik Farhan sepi pasien, dokter praktik juga takut,” katanya. Sementara itu, Azam Khan saat dihungi koran ini menanggapi santai. Dia mengaku memang menunggu laporan itu. Tapi, karena baru dilaporkan sekarang, dia justru menganggap aneh.  Mengingat, kejadiannya sudah lima tahun lalu.

”Biarkan saja, tidak apa-apa. Kalau dia melaporkan saya ya bagus, tapi dasarnya apa dan pencemarannya seperti apa,” kata pengacara kondang yang berdomisili di Jakarta itu. Azam mengatakan, seharusnya, jika laporan mengenai klinik ilegal itu dinilai sebagai bentuk pencemaran nama baik, langsung dilaporkan kala itu juga.

Tidak menunggu hingga lima tahun berselang. Sebab, legalitas klinik bisa dibuktikan secara kongkret melalui surat. Dia mengira, klinik tersebut baru memiliki izin pasca dilaporkan. Sehingga, pada saat dilaporkan ke Kemenkes, pemiliknya  tidak langsung melakukan perlawanan hukum. ”Kita tunggu saja laporan dia,” tandasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • dokter mujib sumenep
  • rs farhan sumenep
  • dr mujib sumenep
  • info sumenep rumah sakit farhan
  • klinik farhan sumenep
  • pengacara azam khan