Ditegur Bupati, Berencana Mengundurkan Diri

SAMPANG – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sampang Puthut Budi Santoso (PBS) kembali membuat kejutan. Juli 2015 lalu menyebar video pencitraan yang isinya seolah-olah dia bakal mencalonkan diri menjadi bupati Magetan.

Ditegur-Bupati,-Berencana-Mengundurkan-Diri

Nah kemarin (20/1), beredar informasi di kalangan staf Pemkab Sampang bahwa PBS  akan mengundurkan diri sebagai Sekkab. Memang, belum ada kejelasan mengapa PBS berencana mengundurkan diri. Ada yang menyebut karena PBS mau  mencalonkan diri menjadi  bupati Magetan.

Dugaan ini  diperkuat dengan menyebarnya video pencitraan PBS di dunia maya Juli 2015 lalu. Ada juga yang meyakini, hubungan PBS dengan sejumlah pejabat elit di Sampang mulai kurang harmonis. Informasinya, PBS pernah ditegur Bupati Sampang A. Fannan Hasib.

Teguran itu keluar karena PBS mengumumkan rencana mutasi pejabat. Tindakan PBS membocorkan rencana mutasi pejabat tidak disukai bupati. Terutama mutasi dan pengangkatan Wisnu Hartono menjadi kepala BPBD  Sampang.

”Beberapa waktu lalu saya mendengar Pak Sekkab Puthut Budi Santoso dimarahi bupati,” kata sumber Jawa Pos Radar Madura di lingkungan kantor Pemkab Sampang. Bahkan, imbuh dia, rencana pengunduran diri PBS sudah menyebar di kalangan staf  kantor pemkab.

Informasi pengunduran  diri Sekkab didengar hampir semua PNS dari  berbagai jabatan di kantor pemkab. ”Sudah menjadi buah bibir,” ucapnya. Ketua Komisi I DPRD Sampang Moh. Hodai menanggapi pengunduran diri Sekkab sebagai sesuatu yang wajar.

Tapi dia menyarankan, pengunduran diri dilakukan dengan  tujuan yang jelas agar tidak berdampak buruk bagi pemerintahan di Kota Bahari. ”Meski mengundurkan diri sudah ada aturannya, kami minta harus jelas alasan dan pertanggungjawabannya,” kata dia.

Hodai curiga, rencana pengunduran  diri PBS ada hubungannya dengan pencalonan bupati Magetan. Sebab sebelum mencalonkan diri sebagai bupati, ada aturan Sekkab memang harus mundur terlebih dahulu. ”Tapi, kami belum mengetahui alasan pasti pengunduran diri dia (PBS),”  ucapnya.

Ditemui di ruang kerjanya kemarin, PBS tidak menyangkal informasi rencana pengunduran diri sebagai Sekkab Sampang. Namun dia membantah berencana mengundurkan diri karena ditegur bupati terkait mutasi pejabat.

”Usia 50 tahun  seperti saya sebaiknya segera  mengundurkan diri. Beri kesempatan kepada yang muda.  Tapi tunggu saja perkembangannya,”  kata dia. Mengenai pencalonan menjadi bupati Magetan, menurut PBS  itu tidak benar.

Dia berencana mengundurkan diri karena merespons agenda pemerintah pusat yang akan mengurangi jumlah PNS. Hemat dia, PNS  yang hampir pensiun sebaiknya segera mengundurkan diri. ”Kalau memang untuk mencalonkan (bupati Magetan), seharusnya sudah dari kemarin.

Buktinya tidak ada apa-apa  sekarang. Biarlah orang berkata  apa, yang penting saya tetap mengabdi sesuai kewajiban,”  tandasnya.  Sementara itu, Bupati Sampang A. Fannan Hasib belum bisa dimintai penjelasan mengenai  rencana pengunduran  diri Sekkab.

Didatangi ke ruang kerjanya, yang bersangkutan tidak ada. Wakil Bupati (Wabup) Sampang Fadhilah Budiono mengaku sudah mendengar rencana  pengunduran diri Sekkab. Tapi, rencana itu akan dilakukan tahun depan.

”Itu sekadar rencana dan bukan sekarang, tapi tahun depan. Saya mendukung jika Pak Puthut mencalonkan diri menjadi bupati Magetan. Kemampuan dia sudah layak dan pantas kembali ke Magetan,” ucap Fadhilah  Budiono. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • bocoran mutasi pemkab sampang