Dispertanak– BKP3 Saling Lempar

Daftar Poktan Penerima Bantuan

BANGKALAN – Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Bangkalan merahasiakan daftar nama kelompok tani (poktan) penerima bantuan benih dan pupuk pada 2015. Saat dikonfirmasi wartawan, kemarin (4/12), Kepala Dispertanak Abd. Razak mengaku tidak tahu.

Bantuan-Palawija-dan-Pupuk-pada-2015.

Ditemui di ruangannya kemarin, Razak mengatakan, yang tahu nama-nama poktan penerima bantuan adalah Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPS). Namun, BKP3 malah mengatakan bahwa dispertanak yang mengetahui.

“Kalau daftar nama poktan penerima bantuan bibit dan pupuk, ada di BKP3. Soalnya, semua yang berkaitan dengan poktan, BKP3 yang mengelola,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin. Mantan Kepala Dishutbun Bangkalan ini mengaku hanya tahu jumlah poktan penerima, yaitu 18 poktan.

Selain itu, dia menjelaskan, tahun ini petani mendapat bantuan benih padi dan jagung serta pupuk. Disebutkan, bantuan benih padi sebanyak 120 ton untuk lahan seluas 29.587 hektare. Bantuan benih jagung seberat  75 ton untuk lahan seluas  81.815 hektare, sedangkan bantuan pupuk untuk petani sebanyak 20.720 ton.

”Bantuan itu sudah tersalurkan  semua pada Oktober lalu,”  katanya. ”Nah, untuk nama poktan penerimanya,  sampean konfirmasi BKP3 saja  selaku penanggung jawab,” imbuhnya.  Dikatakan, dalam hal bantuan  petani, dispertanak hanya  sebagai penyalur dan bekerja sesuai prosedur.

Itu pun masih  dituduh macam-macam. Untuk bantuan pupuk,  terdapat lima rekanan yang  dipercaya untuk menyalurkan.  Yaitu, CV Rahman Bersaudara,  CV Utama Bersaudara, CV Makhsal, CV Citra Tani, dan  Koperasi Bisma.

Hingga  kemarin, tersisa 3.492 ton pupuk  yang belum tersalurkan.  Bantuan benih padi tersebar  di daerah irigasi seperti Kamal,  Burneh, Bangkalan, Sepulu, Socah, dan Arosbaya. Untuk  benih jagung tersebar di 18 kecamatan sesuai poktan yang  ada di Bangkalan.

Kabid Pengembangan dan  Kelembagaan BKP3 Bangkalan  Muhammad Ismail menolak jika pihaknya dikatakan mengetahui  nama poktan penerima bantuan  oleh dispertanak. Menurut  dia, justru dispertanak yang  lebih tahu.

Dispertanak yang memverifikasi poktan penerima   bantuan. ”Data yang kami gunakan, ya data dari dispertanak,”  katanya.  Ismail menegaskan, tugas   BKP3 hanya memberikan penyuluhan dan pengetahuan kepada kelompok tani.

Untuk teknis lain, urusan dispertanak. ”Jadi, aneh jika dispertanak  mengaku tidak tahu nama poktan yang dapat bantuan,” tandasnya.  Anggota Komisi B DPRD  Bangkalan Muhlis Suryani menyayangkan sikap dispertanak   dan BKP3. Seharusnya, kata dia, penerima bantuan harus jelas  dan transparan.

”Kalau nama penerima  saja dirahasiakan, berati ada  sesuatu yang tidak beres. Pasti  kami tindak lanjuti nanti,”  janjinya. Terpisah, Humas Serikat Tani  Mandiri (STM) Bangkalan  Nur Rahmad Akhirullah meminta dispertanak tidak hanya sebatas  menyalurkan bantuan.

Tetapi, juga harus memiliki target hasil panen dari bantuan bibit itu. ”Jika tidak didampingi serius, khawatir bantuan benih jagung dan padi itu tidak ditanam  oleh petani. Apalagi, bibit   bantuannya jenis hibrida yang tidak biasa ditanam petani di  Bangkalan,” sarannya.

Jika dikalkulasi, lanjut dia,  potensi kerugian negara akan  besar. Asumsi kerugian jika penanaman hanya dilakukan 10 persen yakni, 3.600 hektare x 15 kg bibit (bantuan bibit per  hektare) x Rp 15.000 (harga  bibit per kg). Maka, negara bisa rugi Rp 810.000.000.

”Untuk itu, disperta harus serius mengawasi program ini. Kami di bawah juga mengawasi sesuai data penerima yang kami miliki,”  pungkasnya. (radar)