Diringkus setelah Tiga Bulan Jualan Togel

SAMPANG – Pekerjaan SN (inisial), 52, warga Desa Banjar Talelah, Kecamatan Camplong, sebagai pengecer toto gelap (togel) berakhir di balik jeruji besi. Laki-laki berbadan ramping itu ditangkap polisi saat menghitung hasil penjualan togel di rumahnya.

SN,-52,-pengecer-togel,-asal-Desa-Banjar-Talelah,-Kecamatan-Camplong,-diperiksa-di-Mapolres-Sampang-kemarin.

SN digerebek jajaran Satreskrim Polres Sampang pekan lalu (14/1). Setelah menerima informasi dari warga, polisi menyelidiki maraknya judi togel di Kecamatan Camplong.  Ternyata benar, petugas berhasil  melacak pengecer togel.

Kapolres Sampang AKBP Budi Mulyanto yang diwakili Kasatreskrim AKP Hari Siswo mengatakan, SN ditangkap dengan tuduhan menjadi pengecer togel. ”Kami menangkap SN saat sedang merekap nomor togel yang akan dijual,” katanya kemarin (18/1).

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti (BB). Diantaranya, uang tunai Rp 80 ribu dan tiga spidol. Kepada  petugas, SN mengaku mendapat  keuntungan Rp 10 ribu setiap penjualan nomor togel senilai Rp 100 ribu. Penghasilan seperti itu membuat SN aktif berjualan togel.

Uang hasil menjual nomor togel dihitung untuk kemudian diserahkan kepada bandar togel. Di depan polisi, SN mengaku mengedarkan nomor togel sejak tiga bulan lalu. Dia berperan sebagai pengecer, bukan bandar. Hingga kemarin, SN mendekam di sel tahanan Polres Sampang. Dia dijerat pasal 303 KUHP tentang  Perjudian. Ancaman hukumannya  maksimal 10 tahun  penjara. (radar)