Diperlihatkan Rambut Rasulullah, Jamaah Histeris

RIBUAN warga, baik laki-laki maupun perempuan, ramai-ramai datang ke lapangan Desa Ambunten Timur. Umat Islam itu berkumpul  dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad. Syekh Samir dari Lebanon didaulat  sebagai penceramah.

Puluhan-ribu-umat-Islam-mengikuti-peringatan-Maulid-Nabi-Muhammad-di-lapangan-Desa-Ambunten--Timur,-Kecamatan-Ambunten,-Sumenep,-Jumat-malam.

Ulama berpengaruh turut hadir dalam kegiatan itu. Seperti KH Thaifur Ali Wafa asal Ambunten dan KH Khalil As’ad dari Situbondo serta sejumlah ulama-ulama yang lain. Puluhan ribu umat Islam konsentrasi menyimak penjelasan syekh dari timur tengah yang berceramah menggunakan  bahasa arab dan didampingi penerjemah itu.

Terutama ketika sang ulama besar itu menceritakan sosok Rasulullah. Syekh Samir juga memperlihatkan sisa rambut Nabi Muhammad. Rambut Rasulullah didatangkan dari Lebanon oleh Syekh Samir. Rambut kanjeng nabi itu diwadahi koper berwarna hitam.

Di dalam koper, ada wadah mirip botol berwarna putih transparan dan di dalamnya berisi rambut Rasulullah. Di atas panggung, Syekh  Samir memperlihatkan rambut Rasulullah kepada ribuan umat Islam sambil ditampilkan melalui layar lebar yang disediakan pantia.

Hadirin menangis histeris. Mereka melantunkan salawat bersama-sama. KH Thaifur Ali Wafa dalam sambutannya menjelaskan, semua makhluk merasa bangga atas dilahirkannya Nabi Muhammad. Jangankan manusia, ikan-ikan juga merasa bangga. Karenanya, manusia harus mengenang, meniru, dan mengamalkan ajaran Nabi Muhammad.

”Di sini ada sebagian jasad  (sisa rambut Rasulullah). Kita harus bangga bisa melihatnya. Semoga dengan merayakan  maulid ini, kita menjadi umat  yang mendapatkan syafaat dan menjadi hamba yang dicintai Allah,” ungkapnya haru.

KH Abd. Aziz Hosni sebagai ketua panitia menjelaskan, rambut Rasulullah kemudian  dicelupkan ke air. Air itu lalu dimasukkan ke 35 ribu botol. Menurutnya, banyak  masyarakat yang meminta air  botol tersebut sebagai tabarrukan (mengambil berkah).

”Panitia kewalahan. Sebenarnya  masih banyak yang  tidak kebagian air itu. Kegiatan Sumenep bersalawat juga sebagai doa ulama dengan masyarakat. Dengan harapan, Sumenep mejadi kota yang diberkahi dan diselamatkan  dari malapetaka dan  musibah,” ucapnya.

Farisin, 34, jamaah pengajian  dari Desa Moncek, Kecamatan  Lenteng, Sumenep, mengaku   senang bisa melihat rambut Rasulullah. Dia mengaku semakin termotivasi untuk melanjutkan dakwah dan perjuangan  Nabi Muhammad. ”Tanpa terasa saya meneteskan  air mata melihat rambut itu. Apalagi ketika membaca  salawat bersama, terasa tenang batin ini,” tuturnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • pemilik rambut Rasulullah dari libanon
  • rasulullah hadir di libanon