Dinilai Berbau Pornografi karena Berpakaian Minim

SETIAP weekend, tidak sedikit warga yang berlibur bersama keluaga.  Salah satu lokasi yang diminati warga berlibur yakni kolam renang Guwa Pote di Desa Jaddih, Kecamatan  Socah, Bangkalan. Setiap akhir pekan, puluhan pengunjung  datang ke tempat wisata bekas galian C tersebut.

Model-seksi-berjoget-di-panggung-yang-tersedia-di-kolam-renang-Guwa-Pote,-Desa-Jaddih,-Kecamatan-Socah,-Bangkalan,-Minggu

Pada liburan Minggu lalu, ada pengunjung dari Surabaya. Mereka  berenang di kolam dengan pakaian minim. Tak hanya mandi,  pengunjung yang jumlahnya  empat orang tersebut juga berjoget di pinggir kolam hingga naik  ke panggung.

Tingkah pengunjung dari Kota   Pahlawan itu sempat difoto menggunakan kamera handphone  (HP) oleh pengunjung yang lain. Kemudian, foto tersebut diunggah (upload) ke medsos. Foto-foto itulah yang membuat heboh  warga Bangkalan.

Pengelola sekaligus pemilik kolam renang Guwa Pote Mustofa mengungkapkan, model seksi yang menghebohkan medsos itu merupakan pengunjung biasa. Bukan pengunjung  yang sengaja diundang pihak pengelola  kolam renang.

”Mereka  awalnya melakukan pemotretan  iklan di atas bukit, lalu turun ke kolam renang sekitar pukul  13.00,” tuturnya.  Model tersebut berjoged di atas panggung mungkin karena musik yang disajikan saat  itu remix. Tidak ada petugas  yang meminta model itu naik dan berjoged di panggung.

”Saya tahu model itu joged di  panggung 10 menit kemudian. Langsung saya suruh turun dan  ganti baju,” ujarnya.  Mustofa mengakui, pihaknya kecolongan. Karena itu, selaku  pengelola kolam renang Guwa Pote, dia meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Model tersebut bukan sepaket dengan  pemain musik yang setiap  minggu  diundang.

”Kolam  ini tiap hari libur disediakan hiburan music. Tapi, artisnya tidak seperti itu,” ucapnya. Dia berjanji bakal memperketat  penjagaan dan pengawasan bagi pengunjung. Tujuannya, agar kejadian seperti  Minggu lalu tidak terulang.

”Kami akan pasang CCTV di pintu masuk agar diketahui yang berpakaian tidak senonoh,” kata Mustofa. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangkalan KH Syarifuddin  Damanhuri mengecam aksi perempuan yang mengumbar  aurat di tempat umum.  Menurut dia, hal itu melanggar  undang-undang pornografi  dan harus disanksi.

”Meskipun itu pengunjung, tetap melanggar aturan,” ungkapnya. Tempat wisata di Bangkalan harus dikonsep islami. Izin operasi lokasi wisata yang keluar dari koridor Islam perlu dipertimbangkan. ”Atas kejadian itu,  kami merekomendasi kepada  semua pihak untuk dilakukan  penutupan,” ujarnya.

Ketua Rabithah Ma’had Islamiyah  (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Bangkalan KH Nasih  Aschal menyatakan, pihaknya sudah mengirim surat ke Polres Bangkalan. ”Kami ingin wisata   kolam ditertibkan. Kami menyayangkan ada kegiatan berbau pornografi,” tegasnya.

Ketua Gerakan Pemuda (GP)  Ansor Bangkalan KH Hasani  Zubair juga melayangkan surat  kepada bupati, ketua DPRD,  dan Kapolres Bangkalan untuk  menyikapi aksi model seksi di Guwa Pote. Surat itu bersisi penolakan  terhadap kegiatan apa  pun yang berbau pornografi.

”Ini (Bangkalan, Red) kota zikir  dan salawat serta kota santri.  Jangan dirusak,” tandasnya.  Subaidi, 31, warga Kota Bangkalan, berpendapat, wisata kolam  Guwa Pote di Desa Jaddih  itu tetap menarik dikunjungi masyarakat meski tanpa hiburan   model seksi. ”Itu wisata yang  bagus dan patut dikembangkan,” tuturnya. (radar)