Dilaporkan ke Polisi, Kades Pilih Diam

SUMENEP – Kasus dugaan ancaman pembunuhan oleh Kades Banaresep Timur, Kecamatan Lenteng, kepada saksi paslon nomor urut dua Pilkada Sumenep memasuki babak baru. Saiful Bahri, 38, korban ancaman itu, bersikukuh melapor ke polres. Padahal, sebelumnya Polsek  Lenteng berusaha melakukan mediasi, tapi gagal.

Pendamping-hukum-Saiful-Bahri-tiba-di-Mapolres-Sumenep-untuk-melaporkan-dugaan-ancaman-pembunuhan-kemarin.

Kapolsek Lenteng AKP Abd. Mukit mengaku sudah mencoba memediasi Kades dan Saiful. Tapi, Saiful menolak. Alasannya, dia merasa tidak nyaman kepada rekan tim saksi paslon Zainal Abidin-Dewi Khalifah (ZA-Eva)  yang mendukung kasus itu diselesaikan ke ranah hukum.

Mukit mengatakan, pihaknya sudah berupaya melakukan pendekatan persuasif. Bahkan,  dia telah menegur Sukirno, Kades  Banaresep Timur atas dugaan  ancaman pembunuhan itu. Karena upaya mediasi gagal, Mukit menyerahkan sepenuhnya kepada Sukirno dan Saiful terkait tindak lanjut kasus tersebut.

”Yang kami minta, kondisi  tetap aman dan kondusif,” ucap  Mukit kemarin (14/12). Sementara itu, Saiful tidak mau dugaan ancaman pembunuhan  diselesaikan secara kekeluargaan.  Sebab, ancaman pembunuhan
bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele. Tapi, harus  disikapi serius.

”Memang harus dilaporkan ke polisi,” ujarnya.  Moh. Ma’ruf Syah, yang mendampingi  Saiful saat melapor ke mapolres, mengatakan, ancaman  pembunuhan itu merupakan persoalan serius. Mereka  membawa lima saksi yang mengetahui betul kronologi  ancaman tersebut.

Saat ditemui awak media, lima saksi termasuk Saiful diperiksa di Unit Tipikor Polres  Sumenep. Dikonfirmasi terkait  nomor register pelaporan, dia juga belum bisa membeberkan  karena masih tahap pemeriksaan.  ”Kami tidak main-main  dengan kasus ini,” katanya.

Kabag Ops Polres Sumenep Kompol Ashar Yelly membenarkan   adanya laporan itu. Kini  polres melanjutkan penyidikan   dengan melakukan penyelidikan  dan pemeriksaan. ”Iya sudah  melapor. Selanjutnya, kami tindak   lanjuti,” katanya singkat.

Di tempat terpisah, Sukirno  membantah memberikan ancaman   kepada Saiful. Dia tidak  merasa mengeluarkan kata-kata  ancaman pembunuhan kepada Saiful. ”Saya hanya meminta adu  argumen,” ungkapnya.

Kirno –begitu Kades Banaresep  itu biasa disapa– kini memilih diam menyikapi kasus  tersebut dilaporkan ke polisi.   Dia tidak akan meladeni Saiful   yang menggebu-gebu akan  membawa persoalan itu ke   ranah hukum. Sebab, Kirno merasa tidak pernah mengeluarkan  ancaman pembunuhan.

Sebelumnya, Saiful Bahri  mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari Sukirno. Ancaman itu muncul setelah  pria yang bertugas sebagai saksi paslon ZA-Eva di Kecamatan  Lenteng itu enggan menandatangani  berita acara. Dia menilai, ada beberapa tindak kecurangan di TPS 2 dan 3 Desa  Banaresep Timur, Kecamatan  Lenteng. (radar)