Diam-Diam Polres Tahan Tiga Tersangka

Kasus Dugaan Penyelewengan Raskin di Desa Pademawu Timur

PAMEKASAN – Meski terkesan diam-diam,  proses hukum kasus dugaan penyelewengan beras untuk masyarakat miskin (raskin) 2012 di  Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu,mulai menemukan titik terang. Penyidik Polres  Pamekasan resmi menahan tiga tersangka kasus tersebut sejak Senin (15/2).

Polisi-menjaga-ruang-tahanan-di-Mapolres-Pamekasan--kemarin.-Tiga-tersangka-kasus-dugaan-penyelewengan-raskin-ditahan-di-ruang-tersebut.

Kini mereka mendekam di ruang tahanan Mapolres  Pamekasan. Ketiga tersangka yaitu Kades Pademawu Timur Margelap, mantan Satuan Kerja (Satker) Bulog  2012 Henki Noval, dan mantan Koordinator Lapangan  (Korlap) Raskin Kecamatan Pademawu Munir.

Kapolres Pamekasan AKBP Sugeng Muntaha yang diwakili Kasubbaghumas AKP Osa Maliki mengungkapkan, kasus  dugaan penyelewengan raskin di Desa Pademawu Timur dilaporkan warga sejak 2013.  Namun, polisi baru menetapkan  tersangka dan melakukan  penahanan pada 2016 ini.

”Mereka (para tersangka, Red) secara legawa memenuhi panggilan kedua penyidik. Karena dianggap sudah memenuhi dua alat bukti, penyidik langsung melakukan penahanan,” ungkap Osa kemarin (22/2). Menurut dia, lantaran dugaan  penyelewengan raskin tersebut, kerugian negara mencapai Rp 190 juta.

Ketiga tersangka dijerat pasal 2 dan 3 UU 31/1999  jo UU 20/2001. Ancaman hukuman bagi para tersangka minimal tiga tahun dan maksimal 10 tahun penjara. ”Tiga tersangka kami tahan untuk mempermudah penyidik melakukan penyempurnaan  bukti-bukti,” jelas mantan Kapolsek  Pegantenan itu.

Setelah rampung, berkas pemeriksaan  seluruh tersangka   akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan agar dilakukan penyidikan tahap dua. ”Sementara ini, fokus terhadap tiga tersangka dulu. Mengenai kemungkinan ada tersangka lain, kami belum bisa   memastikan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, raskin di Desa Pademawu Timur, Kecamatan  Pademawu, diduga  diselewengkan. Yakni, jatah pada Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November,  dan Desember 2012. Termasuk, jatah raskin ke-13 yang diduga tidak diberikan  kepada penerima.

Pada 2012, raskin di Desa Pademawu Timur hanya disalurkan tiga kali dengan total 1.868 karung. Perinciannya, pada  Oktober 534 karung, November  800 karung, dan Desember 534   karung. Seharusnya, raskin  yang disalurkan kepada 431 penerima dalam setahun 3.448 karung. Artinya, raskin yang diduga  diselewengkan sebanyak  1.580 karung. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • kepala deaa pademawu