Desak Ungkap Provokator Utama

Keluarga Sutrisno Datangi Polsek Waru

PAMEKASAN – Keluarga Sutrisno, 39, yang tewas dimassa di Dusun Tobalang III, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan, tidak terima. Mereka mendesak polisi mengungkap dalang peristiwa tersebut.

Warga-menyaksikan-mayat-Sutrisno-saat-hendak-dinaikkan-ke-mobil-Polsek-Waru-di-Dusun-Tobalang-III,-Desa-Waru-Barat,-Kecamatan-Waru,-Pamekasan,-kemarin.

Keluarga Sutrisno dari Desa Tamberru Timur, Kecamatan Sokobanah, Sampang, mendatangi Mapolsek Waru kemarin (26/11). Mereka mendesak aparat kepolisian  setempat mengusut tuntas dalang di balik tewasnya Sutrisno.

Mereka tidak  ingin pelaku atau provokator yang menyebabkan Sutrisno meregang nyawa lepas dari jerat hukum. Kedatangan  keluarga didampingi aparat desa. Di mapolsek, mereka ditemui Kapolsek Waru AKP Junaidi.

”Kami datang ke sini (Mapolsek Waru, Red) untuk memastikan kasus berlanjut dan benar- benar ditangani dengan  serius,” kata Pj Kepala Desa Tamberru Timur Hamsun  mewakili Masyuti, 70, orang tua Sutrisno. Keluarga ingin mencari keadilan  atas tewasnya Sutrisno yang  diketahui mencuri dompet dan dua buah handphone itu.

Keluarga  yakin, dalam peristiwa itu ada aktor atau dalang utama. ”Tidak mungkin Sutrisno tewas kalau tidak ada dalang di balik  semua ini,” ujarnya.  Hamsun menjelaskan, saat mengetahui Sutrisno meregang nyawa karena dikeroyok, warga  Desa Tamberru Timur kesal.  Bahkan, saat itu ada upaya untuk melakukan aksi balas  dendam.

”Tapi kami halangi karena kami takut orang yang tidak bersalah malah jadi korban,” terangnya.  Karena itu, dia berharap polisi mengusut tuntas kasus tersebut. Sehingga, dapat diketahui  dalang di balik tewasnya Sutrisno.

Selain itu, dengan upaya  petugas dapat diketahui pihak-pihak yang paling bertanggung jawab atas penghakiman massa  itu. ”Harapan kami hanya satu, ungkap dalangnya,” pintanya.  Kedatangan Masyuti ke Polsek Waru kemarin tidak  sendirian. Dia didampingi tokoh masyarakat H Panto dan Abdurrazak yang masih  famili Sutrisno.

Kapolsek Waru AKP Junaidi menyambut baik kedatangan mereka. Junaidi menjelaskan, kedatangan keluarga untuk meminta agar kasus kematian  Sutrisno diusut hingga tuntas.  Namun, dia menyatakan, tanpa  kedatangan warga Tamberru  Timur, Polres Pamekasan sudah  sigap menyelidiki.

”Tanpa kehadiran bapak-bapak semua, kami sudah berjuang keras untuk mengungkap kasus ini,” kata Junaidi. Dia menambahkan, kasus main hakim sendiri itu juga  menjadi atensi Kapolres Pamekasan  AKBP Sugeng Muntaha.

”Pak Kapolres sendiri yang menginstruksikan,” katanya. Atas dasar itu, kasus berat itu dilimpahkan ke polres. Ditanya mengenai pemeriksaan saksi korban pencurian,  dia mengaku, terus berjalan. Termasuk pemeriksaan terhadap Masdiyo. Pria asal Sampang itu menerangkan,  pihaknya telah melaporkan ke polres.

”Masdiyo segera dimintai  keterangan. Entah suratnya  sudah sampai apa belum, saya akan kroscek lagi,” katanya. Seperti diberitakan, Minggu  dini hari (22/11) Sutrisno tewas  dimassa di Dusun Tobalang III, Desa Waru Barat, Kecamatan  Waru, Pamekasan.

Dia dimassa  karena ditengarai mencuri di rumah Abdul Halim dan Masdiyo. Namun, sebelum berhasil membawa kabur barang  curiannya, dia tepergok warga sekitar. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • berita madura tamberutimur
  • berita orang meninggal di tamberu timur yang menyangkut
  • kabar terbaru tamberu