Deportasi 24 Orang

SUMENEP – Pemerintah Malaysia kembali memulangkan paksa 24 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Sumenep. Para pahlawan  devisa tiba di Sumenep, Jumat (3/3). Kasi Perluasan dan Penempatan Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumenep  Suharto mengatakan,  para TKI itu dipulangkan lewat jalur laut pada awal  Maret lalu. Mereka  dipulangkan pasca  menjalani masa tahanan di pusat tahanan Malaysia.

Kasi-Perluasan-dan-Penempatan-Kerja-Disnakertrans-Sumenep

”Mereka ditahan kemudian dipulangkan paksa gara-gara tidak memiliki dokumen resmi,” terangnya kepada wartawan kemarin (5/3).  Suharto mengaku, ke-24 TKI tersebut telah dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

Yakni di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean. Rata-rata mereka di Malaysia bekerja sebagai buruh bangunan. ”Sudah kami pulangkan semua, dan diberi ongkos Rp 100 ribu tiap orang,” tambahnya. Suharto mengaku tidak bisa  berbuat banyak dengan keputusan  pemerintah Malaysia  yang mendeportasi TKI ilegal  asal Sumenep.

Dia pun mengaku sudah maksimal menekan jumlah TKI ilegal. Namun, warga tetap banyak berangkat melalui para calo. ”Ini tugas kami, bagaimana TKI  itu melalui jalur yang benar atau prosedural. Sosialisasi akan kami lakukan di daerah itu,” ujarnya.

Suharto juga tidak menepis banyaknya TKI ilegal yang akan  dipulangkan. Sebab, warga  Sumenep menjadi TKI tidak resmi di negeri jiran cukup banyak. ”Kemungkinan ada lagi yang dipulangkan, tapi berapa jumlahnya kami belum tahu Mas,” akunya.

Faktor mereka merantau (jadi  TKI, Red), tidak lain adalah kebutuhan  ekonomi. Misalkan,  memiliki utang, atau memang berkeinginan kerja meski melalui jalur tidak resmi. ”Hasil pengakuan mereka, mayoritas karena ekonomi. Mereka di  sana (Malaysia, Red) menjadi  kuli serabutan,” tambahnya.

Sekadar diketahui, bulan Januari  hingga Februari, TKI ilegal asal Sumenep yang dipulangkan sudah mencapai 67 orang. Ditambah TKI yang dideportasi  kemarin, jumlahnya 91 orang. Di 2015 juga ada 614 TKI asal  Sumenep yang dipulangkan  paksa. (radar)