Debt Collector Hadang Anggota Dewan

PAMEKASAN – Jaminan tidak ada lagi premanisme dalam penagihan utang dari otoritas jasa keuangan (OJK), belum sepenuhnya berlaku di Kota Gerbang Salam. Buktinya, masih ada saja penagih utang (debt collector) lembaga leasing yang tidak sopan dalam menjalankan tugasnya.

Itu dilakukan empat debt collector Adira Finance saat menghadang salah satu anggota DPRD Pamekasan Ismail di tengah jalan menuju kantornya kemarin (22/4). Empat pria yang mengendarai dua sepeda motor itu langsung menghadang mobil ketua komisi I.

”Saya kaget, tiba-tiba empat  orang bersepeda motor berada di depan mobil saya. Untung saja laju mobil sedang pelan, jadi masih sempat ngerem,” kata Ismail. Kaget bukan kepalang, pemilik mobil Toyota Fortuner putih bernopol M 4 IL, ini langsung turun dari mobilnya.

Ismail lantas menanyakan alasan keempat orang itu menghalangi perjalanannya. Dengan nada tinggi, salah
seorang dari empat debt collector itu memaksa Ismail untuk menunjukkan STNK mobilnya. Karena mobil itu dibeli dengan kontan, Ismail tidak menunjukkan STNK.

”Akhirnya, kami cekcok mulut. Saya tetap bersikukuh tidak memperlihatkan STNK saya. Sebab, saya tidak beli mobil secara kredit,” kata politikus Demokrat ini. Beruntung, ada salah seorang polisi yang merupakan teman Ismail. Dia membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Hingga akhirnya, diketahui bahwa target debt collector salah sasaran. Debt collector mengira mobil  ortuner milik alumnus STAIN Pamekasan itu bernopol M 4 LI. Sebab, warna dan tahun mobil sama. Hanya,beda nopol-nya saja.

”Saya dikira mengubah pelat nomor M A LI menjadi M 4 IL. Padahal, nopol mobil saya itu asli,” tambahnya. Ismail hanya menyesalkan, cara-cara yang digunakan debt collector kurang manusiawi. Menurut dia, jika memang mobilnya dicurigai bermasalah, sebaiknya dibuntuti hingga sampai tempat tujuan. Lalu, ditanyakan dengan cara baik-baik, bukan seperti preman yang menghadang di tengah jalan. 

”Pasti saya layani dengan baik. Apa yang ditanyakan dan diperlukan, saya akan jawab. Kalau distop di tengah jalan tanpa ada sopan santun, ini kan meresahkan,” keluhnya. Dikonfirmasi, Koordinator Debt Collector Adira Cabang Pamekasan Agus mengatakan, pihaknya minta maaf atas tindakan empat debt collector yang mencegat mobil Ketua Komisi I DPRD Pamekasan di tengah jalan.

Sebab, mereka mengganggap bahwa mobil yang dikendarai Ismail merupakan mobil yang selama ini diincar. ”Nanti akan kami evaluasi. Yang jelas, mereka melakukan itu karena dikhawatirkan menghilangkan jejak. Nah, mereka mengira mobil itu yang selama ini dicari, ya langsung diberhentikan tanpa pikir panjang. Intinya, hanya takut kabur,” pungkasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • debt collector asli