Dana BOS Rp 43 M Akan Hangus

SUMENEP – Jika dalam empat hari ke depan  Kemenag tidak menyetor  berkas amprah, Dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahap II  senilai Rp 43 miliar bakal hangus. Sebab, sesuai aturan, dana tersebut harus terserap semua di akhir  2015 ini.

Dana-BOS-Rp-43-M-Akan-Hangus

”Kalau sekarang tidak diserap, dana  BOS tidak bisa dicairkan tahun depan,”  kata Kasi Pendma Kemenag Sumenep Muh. Rifai Hasyim,  kemarin (2/12). Hasyim mengatakan, sekarang dana tersebut masih  ada di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Nasional  (KPPN).

Untuk bisa mencairkan, Kemenag harus segera menyetor berkas amprah. Karena sudah memasuki Desember, KPPN memberi deadline penyetoran berkas  tersebut maksimal besok (4/12).   ”Jika tidak nyetor berkas, ya  hangus,” katanya.

Saat ini dia mengaku sedang menyusun berkas tersebut. Sebab, tanggung jawab Kemenag hingga pemberkasan tersebut tuntas sebagai syarat  pencairan bantuan.  Kendati sudah menyetor berkas, lanjut mantan Kepala MTsN Terate itu, bukan  berarti dana puluhan miliar itu  langsung cair.

Namun, hal itu  hanya menjamin bahwa dana BOS tahap II tersebut aman dan  tidak akan hangus.  Terkait pencairannya, tergantung KPPN dan bank induk yang sudah bekerja sama dengan Kemenag. ”Setelah berkas itu selesai, tugas kami  juga selesai.  Pencairannya  wewenang KPPN,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Komisi IV  DPRD Sumenep Moh. Imran mengatakan, Kemenag harus  mengupayakan agar pemberkasan  itu selesai tepat waktu. Jangan  sampai dana untuk pengelolaan  madrasah itu hangus. Imran mengatakan, sudah sewajibnya Kemenag memperjuangkan hak madrasah tersebut.

Mengingat, peran madrasah sangat penting dalam mencerdaskan bangsa. ”Kasihan kalau hangus,” katanya. Politisi asal kepulauan ini mengatakan, selain memperjuangkan hak madrasah tersebut, Kemenag  juga harus mensosialisasikan keterlambatan BOS tersebut.

Mengingat, pengelola madrasah banyak yang menunggu pencairan bantuan itu. Untuk diketahui, dana BOS Rp 43 miliar itu dialokasikan untuk seribu madrasah di Sumenep. Baik madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTs)  dan madrasah aliyah (MA).

Pencairannya biasanya diterapkan per triwulan. Hanya, karena terkendala aturan baru, untuk 2015 pencairan bantuan  tersebut direalisasikan per semester. (radar)