Daging Babi Kemasan Bebas Beredar

PAMEKASAN – Daging babi kemasan dicurigai diperjualbelikan secara bebas di Swalayan ABC di Jalan Jokotole, Kota Pamekasan. Hal itu membuat Laskar Pembela Islam (LPI) Madura geram. LPI kemarin (8/3) melaporkan temuan  daging babi kemasan ke Polres  Pamekasan.

Perwakilan-LPI-dan-pihak-Swalayan-ABC-saat-proses-mediasi-di-ruang-Satintel-Polres-Pamekasan-kemarin.

Ketua LPI Madura Abdul Azis mengungkapkan, daging babi kemasan  kali pertama ditemukan anggota LPI, yakni Abdul Halim. Saat itu Halim hendak belanja di Swalayan ABC, salah satu grosir terbesar di Pamekasan. Daging babi kemasan ditemukan berbaur dengan  makanan lain.

”Menemukan itu, Halim langsung membeli delapan kaleng daging  babi kemasan untuk ditunjukkan kepada pihak kepolisian,” ungkap  Aziz di Mapolres Pamekasan. Dia kecewa dengan ditemukannya  daging babi kemasan yang diperjualbelikan secara terbuka.

LPI, kata Aziz, sebenarnya tidak terlalu mempersoalkan penjualan daging babi kemasan. Asalkan, penjualannya tidak dipajang secara terbuka. ”Yang kami sesalkan, pola  penjualannya di tempat terbuka. Di dalam grosir itu tidak ada tanda-tanda khusus itu  daging babi kemasan. Itu bisa  saja membuat masyarakat langsung membeli daging babi kemasan,” ujarnya.

Andai saja penjualan daging  babi kemasan menggunakan sistem pesanan atau order,  LPI memaklumi. Sebab, memang semestinya daging babi kemasan tidak dijual secara bebas. ”Kami tahu daging  babi kemasan itu legal karena dipajang di grosir sebesar Swalayan ABC. Namun, caranya yang kami tidak terima karena bisa meresahkan umat  Islam,” jelasnya.

LPI mengaku tetap menjaga toleransi dengan agama lain yang membolehkan mengonsumsi  babi. Karena itu, pihaknya melaporkan masalah tersebut ke polres agar dilakukan mediasi dengan pihak  Swalayan ABC. Azis menyatakan tidak mau  menggunakan cara kekerasan  menertibkan peredaran bebas daging babi kemasan.

”Kepolisian  menerima laporan  kami dan sudah dilakukan  mediasi. Pihak Swalayan ABC berjanji tidak akan menjual secara bebas daging babi kemasan,” ucapnya. Kasat Intel Polres Pamekasan Iptu Slamet Hariyanto mengatakan, tidak ada pelanggaran  hukum dengan produk daging  babi kemasan. Hanya, secara etika tidak patut karena dijual  terbuka.

”Makanya, kami  pertemukan untuk dibahas bersama-sama dan dicari jalan  keluarnya,” katanya singkat. Handoko selaku perwakilan  manajemen Swalayan ABC menerangkan, daging babi kemasan  sebelumnya dipasangi  tanda khusus. Namun, karena  kelalaian karyawan, tanda khusus itu hilang dan tidak  dipasang kembali.  Akibatnya, tidak ada perbedaan khusus dengan barang-barang  yang lain.

”Tapi, kami berjanji, kejadian itu tidak akan  terjadi lagi. Itu demi  menjaga kondusivitas masyarakat Pamekasan yang mayoritas muslim. Daging babi kemasan akan kami kembalikan,” ujarnya.  Handoko lantas meminta maaf  atas insiden daging babi kemasan tersebut. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • tempat penjualan wanita pamekasan