Ciduk Dua Kurir SS

PAMEKASAN – Jajaran Satnarkoba Polres Pamekasan menciduk dua kurir sabu-sabu (SS) kemarin (9/12). Dua kurir tersebut Subairi, 49, warga Desa/Kecamatan Proppo dan Khairul Anwar, 23, warga Desa Bicorong, Kecamatan Pakong.

Dua-tersangka-diamankan-di-Mapolres-Pamekasan-kemarin

”Keduanya ditangkap di tempat berbeda,”  jelas Paur Humas Polres Pamekasan Aiptu  Budiarto Artiyono kepada sejumlah awak  media kemarin. Subairi ditangkap di depan SMKN 2 Pamekasan. Sedangkan Khairul Anwar ditangkap di Jalan Raya Desa Ponjuk, Kecamatan Pakong.

Dari tangan Subairi polisi berhasil menyita 0,47 gram SS. Barang haram itu ditemukan di saku baju kirinya. Sementara kristal putih yang diamankan dari Khairul Anwar seberat 0,61 gram dan disimpan di saku celananya.

”SS dan dua tersangka  sudah kami amankan di mapolres  sebagai barang bukti (BB),” tambahnya. Budiarto menjelaskan, saat hendak ditangkap, kedua tersangka  hampir berhasil mengelabui  polisi. Sebab, tersangka menyimpan SS di tempat yang  sangat tersembunyi.

Yakni, di saku yang ada di dalam saku. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya dijebloskan ke sel tahanan  Mapolres Pamekasan.  Keduanya dijerat dengan pasal  112 ayat 1 subsider ayat 127 ayat 1 (a) Undang-Undang (UU) RI  Nomor 35 Tahun 2009 tentang  Narkotika.

Ancaman hukuman kepada mereka minimal 4 tahun dan  maksimal 12 tahun penjara. Keduanya untuk beberapa hari ke depan diamankan di sel tahanan  polres sambil menungu  berkas selesai. Jika hasil pemeriksaan  masih kurang, penahanan akan diperpanjang  40 hari.

Kalau sudah P21, akan  dilimpahkan ke pengadilan negeri. Dijelaskan, khusus Khairul  Anwar, pihaknya saat ini sedang  mengejar temannya yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Sebab, saat penangkapan, Khairul Anwar bersama temannya yang berhasil melarikan diri.

Identitasnya sudah diketahui. ”Identitas DPO sudah lengkap.  Tinggal mencari informasi keberadaannya untuk kami tangkap,” tandasnya. Ketua Satgas Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Pamekasan Khalil Asy’ari meminta aparat kepolisian terus aktif mencegah dan menangkap  pelaku.

Hal itu harus dilakukan  karena narkoba dikatakan  masuk kategori darurat dan  mengancam masa depan generasi bangsa. ”Saya mengapresiasi kinerja polisi dalam mengungkap penyalahgunaan narkoba. Mungkin tindakan tegas ini bisa mengurangi penggunanya,” ungkapnya. (radar)