Cemburu Berujung Maut

Pemuda 19 Tahun Hunuskan Bujur

BANGKALAN – Cahyadi alias Adi bin Hadad gelap mata. Dia tega menghabisi nyawa Nopi karena dibakar api cemburu. Akibat perbuatannya, dia  harus mendekam di balik jeruji besi. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (15/9) sekitar pukul 21.00.

Saat itu,  Nopi, 22, warga Desa Batokaban, Kecamatan Konang, Bangkalan, sedang tidur. Sedangkan pelaku mulai memutus kabel listrik rumah korban. Otomatis,  kondisi rumah Nopi menjadi gelap. Pelaku kemudian masuk ke rumah tersebut melalui pintu depan bersama seorang temannya.

Mereka menuju salah satu kamar yang ditempati Nopi. Saat itulah aksi penganiayaan dilakukan menggunakan senjata tajam (sajam). Di rumah itu hanya tinggal dua orang. Korban tinggal bersama Lidah, 35, kakak kandungnya. Orang tua mereka sudah meninggal.

Malam itu, pelaku diyakini membacok tubuh korban lebih dari satu kali. Akibatnya, punggung, leher, dan perut korban luka parah. ”Ada luka robek yang menganga di bagian perut, leher, dan punggung. Darah mengucur deras. Korban tergolek di atas kasur. Dia mengerang, kesakitan,” ungkap Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin kemarin (16/9).

Usai menganiaya korban, kedua pelaku kabur lewat pintu yang  sama. Gaduh di kamar adiknya terdengar Lidah. Dia bangun dan berteriak meminta pertolongan. Kerabat dan tetangga korban  sempat memburu pelaku. Na-  mun, pelaku lolos dari kejaran  dan bisa melarikan diri.

”Menurut penuturan keluarga korban, pelaku yang melakukan penganiayaan dua orang,” jelasnya. Polisi terus memeriksa sejumlah saksi. Sesaat setelah kejadian, korban dibawa ke Puskesmas Konang. Namun karena kelengkapan alat di puskesmas  tersebut tidak lengkap, korban dilarikan ke rumah sakit.

”Saat dalam perjalanan menuju RSUD Syamrabu, korban meregang nyawa,” ujarnya. Pelarian Cahyadi berakhir. Dia ditangkap tim gabungan  Polsek Konang dan Satintelkam Polres Bangkalan pukul   14.00 kemarin. Pemuda 19 tahun itu ditangkap di rumahnya, Desa Lembung Gunung,  Kecamatan Kokop, Bangkalan.

Penangkapan juga merupakan hasil koordinasi dengan Kades  setempat.  Petugas juga mengamankan barang bukti berupa sajam jenis bujur lengkap dengan selongsongnya. Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolsek Konang untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatannya. Dia dirundung cemburu karena korban disebut-sebut sering berkomunikasi atau menelepon istrinya, S (inisial). Selama ini, Nopi berada di Surabaya. Baru pulang pada momen Hari Raya Idul Adha.

Saat itulah,   tersangka mulai merencanakan penganiayaan itu. Cahyadi kemudian mengajak temannya. Saat ini, teman tersangka masih diburu petugas. Tersangka dijerat dengan pasal 340 subsider   pasal 353 (3) KUHP.  Kepala Mayat RSUD Syamrabu Bangkalan Sugiyanto mengatakan, korban tiba di rumah sakit  sekitar pukul 03.00 kemarin. Pihaknya sudah melakukan  visum. Diketahui, penganiayaan  tersebut dilakukan menggunakan sajam.

”Korban kemudian dibawa pulang ke Kecamatan Konang sekitar pukul 04.00,”  terangnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • pembunuhan di batokaban
  • penemuan mayat di tamberu madura
  • kasus matnayu banuaju barat
  • pembunuhan dbatokaban
  • nopi konang bangkalan
  • batokaban
  • kasus pembunuhan di pangarengan madura
  • pembunuhan terhadap novi betokaben
  • pembunuhan di desa batokaban
  • tangkap pembunuhan di desa batokaban