Cekcok Utang, Napi Terkapar

PAMEKASAN – Penusukan antar sesama narapidana (napi) terjadi di Lapas Kelas II-A Pamekasan kemarin (14/3). Pemicunya, pelaku penusukan, yakni Ripandi, warga Kecamatan Sepulu, Bangkalan, menagih utang kepada korban, yaitu  Samsul Arifin, warga Kecamatan Masalembu, Sumenep.

Akibat insiden tersebut, blok C lapas  kelas II-A gaduh. Kepala Lapas Kelas  II-A Pamekasan Kusmanto Eko Putro mengungkapkan, berdasar hasil penyelidikan sementara, penusukan berawal pada Minggu (13/3). Saat itu Samsul Arifin meminjam uang Rp 100  ribu kepada Ripandi. Korban berjanji akan membayar  sore.

”Namun, setelah ditunggu-tunggu hingga pukul 17.00, korban tidak kunjung membayar. Pelaku kemudian mendatangi kamar korban untuk menagih utang itu. Kamar korban dan pelaku memang berdampingan,” tutur Eko. Sayangnya, niat pelaku menagih utang tidak ditepati korban.

Menurut keterangan pelaku, korban beralasan tidak punya uang dan berjanji akan membayar keesokan harinya, yakni kemarin. ”Sekitar pukul 12.40, korban berjalan di dekat kamar pelaku. Berawal dari  situ, pelaku kembali menagih utang. Tapi, yang terjadi, korban  marah-marah,” ujarnya.

Di tempat itu terjadi cekcok  mulut. Emosi keduanya memanas  hingga pelaku tidak kuat  menahan amarah. Akhirnya, Ripandi menusuk Samsul Arifin di bagian punggung belakang  dan lengan samping. Benda yang digunakan menusuk adalah potongan gunting yang diambil dari depan kamar pelaku.

”Berdasar keterangan pelaku, senjata tanjam tersebut diambil dari depan kamar. Kami tidak tahu. Semestinya, tidak ada karena lapas steril dari sajam,” jelas Eko.  Melihat ada keributan, petugas  jaga blok C segera menuju kamar pelaku.

Pertikaian  bisa dilerai. Untuk sementara,  pelaku yang berstatus napi curanmor dengan vonis satu tahun enam bulan penjara itu diamankan di sel pengasingan dengan tangan diborgol. Sementara itu, korban dibawa ke Poliklinik Lapas Kelas II-A Pamekasan  dan langsung ditangani  secara intensif oleh dokter lapas.

”Khawatir luka semakin parah, sekitar pukul 13.10 korban kami rujuk ke RSUD dr Slamet Martodirdjo,” tuturnya. Eko mengaku sudah melaporkan insiden penusukan itu ke kantor Lapas Jawa Timur (Jatim). Namun, untuk mengetahui motif penusukan, lapas tetap akan melakukan penyelidikan.Lapas perlu mendengarkan keterangan korban.

”Untuk sementara, motif  penusukan karena masalah utang. Pelaku tentu akan diproses secara hukum,” ujarnya. Disinggung mengenai keberadaan  potongan gunting,  Eko mengatakan, itu di luar dugaan. Menurut dia, pihaknya akan mencari tahu dan melakukan mengevaluasi. ”Yang jelas, kami sudah maksimal melarang  benda-benda tajam masuk ke lapas,” klaimnya. (radar)