Cekcok Jalan, Bongkar Makam Suami dan Ayah

PAMEKASAN – Warga Dusun Pandian, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, dihebohkan dengan pembongkaran makam kemarin (30/9). Dua kuburan dibongkar itu buntut cekcok pelebaran jalan. Jasad dalam makam tersebut masuk satu keluarga.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, dipindahnya makam Sayyid dan Misbah akibat cekcok antar keluarga. Sayyid meninggal 13 tahun lalu. Sedangkan Misbah baru tiga tahun. Peristiwa itu terjadi setelah istri Misbah, Marliyah, 35, terlibat pertengkaran dengan Suhriyah, 45, di depan rumahnya.

Pertengkaran mereka diduga akibat peletakan lokasi jalan di sekitar rumahnya. Beberapa waktu lalu, rencananya akan dibangun jalan  yang melintasi pekarangan  kedua rumah. Suhriyah tidak setuju jika lokasi jalan berdekatan dengan rumahnya. Sehingga, lokasi jalan digeser ke selatan.

Patmo, 47, kakak Marliyah, menegur. Akibatnya, mereka bertengkar. Beberapa waktu kemudian Marliyah pun terlibat pertengkaran dengan Suhriyah. Suhriyah marah dan meminta makam Misbah di makam keluarganya dipindah.

Suhriyah juga meminta makam ayah Marliyah, yakni Sayyid dipindah. Marliyah tersinggung dan memindahkan makam ke lokasi lain di dekat rumahnya sendiri. ”Saya tidak tahu persis  masalah lainnya. Namun, sepertinya akibat peletakan lokasi jalan. Suhriyah meminta Marliyah memindahkan makam suami dan orang tuanya. Sehingga Marliyah tersinggung dan memindahkan,” kata Hefdul  Insan, 45, warga setempat.

Dua kuburan itu dibongkar pukul 07.00. Lokasi kuburan baru digali sehari sebelumnya. Keluarga menangis histeris saat dua jenazah dipindah bersama warga. Tidak ada aparat kepolisian dalam pembongkaran itu. Pemindahan selesai sekitar pukul 10.00. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • lajing madura
  • berita blumbungan
  • kabar madura tentang makam yang dipindah
  • makam blumbungan
  • sejarah desa blumbungan