Busyro-Fauzi Siapkan Belasan Lawyer

SUMENEP – Tim pemenangan pasangan calon  (paslon) Bupati dan Wakil   Bupati Sumenep A. Busyro Karim-Achmad Fauzi  (Busyro-Fauzi) tidak main-main  menyikapi kemungkinan  terjadinya sengketa pilkada. Mereka menyiapkan  belasan tim hukum  (lawyer) untuk mengawal  upaya gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Paslon-Buysro-Fauzi-memberikan-keterangan-pers-di-kantor-DPC-PDI-Perjuangan-Sumenep-kemarin.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep Deky  Purwanto mengatakan, menyengketakan pilkada  merupakan hak masing-masing paslon. Tidak ada intervensi dari siapa pun yang bisa melarang. Mengantisipasi terjadinya sengketa pilkada, tim pemenangan Busyro-Fauzi menyiapkan 12 lawyer.

Tim hukum itu disiapkan khusus mengawal  jika pilkada Sumenep sampai disengketakan di MK.  Deky menuturkan, tim hukum  merupakan kontribusi dari  DPD PDI Perjuangan Jatim.  Sebab, mereka tidak ingin ada kecurangan sedikit pun dalam  pilkada. Termasuk, pada proses  sengketa jika terjadi nanti.

”Kami akan mengawal betul jika ada sengketa,” ujarnya kemarin (21/12). Tapi, mantan anggota DPRD Sumenep itu yakin, tidak akan ada sengketa pilkada di MK.  Sebab, berdasar Undang-undangNomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilu, daerah yang  penduduknya 1 juta jiwa bisa menyengketakan pilkada jika selisihnya 0,5 persen.

Sementara kemenangan paslon Busyro-Fauzi melebihisatu persen. Dengan demikian,mereka yakin, hasil pilkada tidak bisa disengketakan. ”Insya Allah, kami tetap  menang,” yakinnya.  Di tempat yang sama, Busyro mengaku pasrah menunggu  keputusan Komisi Pemilihan  Umum (KPU).

Jika memang disengketakan, mereka siap. Namun, dia sangat yakin  kemenangan tidak akan  berubah. ”Kami menunggu  saja,” ucapnya. Secara terpisah, Ketua KPU  Sumenep A. Warits menyatakan,  pilkada Sumenep merupakan  salah satu wilayah yang  disengketakan ke MK.

Tapi,  informasi itu bukan keterangan resmi melalui surat dari MK ke KPU Sumenep.  Informasi tersebut disampaikan  salah seorang staf KPU yang ditugaskan standby di  MK. ”Kami belum tahu apa saja  yang disengketakan.

Namun, kami menyiapkan dokumendokumen yang mungkin dibutuhkan,” jelasnya.  Warits menambahkan, untuk  penetapan pemenang pilkada Sumenep 2015, KPU menunggu  selesainya sengketa. ”Kalau  sudah selesai, bisa ditetapkan,”  tandasnya. (radar)