Bupati Momon Telah Kembali

Hari Ini Dijadwalkan Hadapi Pimpinan DPRD

BANGKALAN – Lama diinformasikan jarang masuk kantor, Bupati Bangkalan Muh. Makmun Ibnu Fuad akhirnya nongol. Pria yang akrab disapa Ra Momon itu memimpin apel pagi dan rapat koordinasi (rakor) di kantor pemkab kemarin (1/2).

Bupati-Bangkalan-Muh.-Makmun-Ibnu-Fuad

Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bangkalan menunggu giliran menghadap bupati. Kemarin banyak pejabat yang ingin berkoordinasi dan silaturahmi dengan Ra Momon. Maklum, pada hari-hari sebelumnya, bupati muda itu lebih banyak berada di luar kantor.

Jawa Pos Radar Madura menunggu berjam-jam untuk bisa bertemu Ra Momon. Tujuannya, ingin memastikan kemana dia selama ini. Sebab, mengemuka tudingan Ra Monon jarang berada di ruang kerjanya. Hal itu membuat pemerintahan di Bangkalan  melempem.

Sekitar pukul 12.00, Ra Momon bisa ditemui. Dia berseragam dinas cokelat dan berjalan menuju pintu keluar  kantor pemkab. Dia diikuti ajudan dan sopir. Ditanya mengapa jarang  ngantor, Ra Momon tidak banyak  berkomentar. Dia mengaku pasrah dan memilih tutup telinga menanggapi pihak-pihak yang menghujat.

”Saya tidak masalah dengan tudingan itu. Yang penting, buktinya dan nyatanya saya hari ini (kemarin, Red) upacara, rakor, dan mimpin apel,” katanya. Ra Momon tidak ingin banyak berkomentar. Dia meminta  mengawasi kinerja bupati di  Pemkab Bangkalan. Baginya,  kenyataan yang akan membuktikan  kebenaran.

”Saya tidak  mau banyak bicara. Saya tidak  mau banyak komentar. Saya  bisa memaklumi,” ujarnya.  Apa benar pergi ke Bali  dan  ke Hongkong belum lama ini?  Ra Momon tidak menjawab  dengan pasti. Menurut dia,  hal itu tidak perlu ditanggapi.

”Terserah orang mau bilang  saya ke Hongkong kek, ke  Afrika, ke Mars kek, ke Mercury kek. Nggak apa-apa. Saya kan public figure. Jadi biasa.  Saya ini bupati, pejabat, jadi  wajar-wajar saja,” ucapnya ngelantur. Sebagai orang nomor satu di  Pemkab Bangkalan, Ra Momon merasa memang ada orang  yang tidak senang kepadanya.  Dia tidak ingin saling mencibir  dan membalas orang yang berolok-olok.

”Biar Allah yang balas semua. Saya tidak mau bicara. Nilai saja roda pemerintahan saat ini. Buktinya,  jalan kan,” katanya, lalu bergegas  memasuki mobil.  Di tempat terpisah, Wakil Bupati Bangkalan Mondir A. Rofii menyatakan, kemungkinan,  bupati akan menghadiri undangan  pimpinan DPRD yang rencananya digelar hari ini  (2/2).

”Sepertinya, bupati siap menghadiri undangan DPRD,”  ujarnya singkat. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurahman menanggapi dingin pernyataan bupati yang banyak  mengatakan terserah. Fatkur mengaku tidak paham dengan maksud bupati.

”Apa yang dimaksud terserah itu, saya nggak mengerti. Saya tidak paham maksud bupati,” ucapnya.  Fatkur tidak mau banyak berkomentar terkait keberadaan bupati yang sudah masuk kantor. Dia menegaskan, hari ini pimpinan DPRD  akan membahas dan mengklarifikasi  kebenaran bupati tidak menjalankan kinerjanya dengan  baik.

”Saya harap, bupati hadir. Saya mau memperbaiki kinerjanya,” tegasnya. Fatkur mempertanyakan sikap bupati yang selama ini  tertutup. Pimpinan dewan,  sambung dia, tidak punya kepentingan  apa pun selain ingin  memperbaiki kondisi Bangkalan.

”Bupati ini tertutup, begitulah kira-kira,” tudingnya. Dia berharap, bupati bisa menjaga keharmonisan antarlembaga dan tidak menutup diri. Tujuannya, agar bisa bersama-sama saling bekerja memajukan pembangunan di Bangkalan. Fatkur sangat mengharapkan, bupati bisa menghadiri undangan pimpinan DPRD. (radar)