Bupati Minta Tertibkan Arek Lancor

Steril dari PKL dan Perilaku Mesum

PAMEKASAN – Proyek pagar Taman Arek Lancor direncanakan tuntas akhir 2015. Dengan selesainya proyek senilai Rp 1,7 miliar tersebut, Taman Arek Lancor diharapkan lebih tertib dari para pedagang kaki lima  (PKL) dan kalangan muda-mudi berbuat mesum.

Mulai-2016-nanti,-Taman-Arek-Lancor-akan-ditertibkan-dari-PKL-dan-muda-mudi-berperilaku-mesum.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura kemarin (16/12), sekeliling Taman  Arek Lancor sudah terpagari. Namun demikian, kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat masih  saja keluar-masuk ke taman yang menjadi  ikon Kota Pamekasan tersebut.

Bupati Pamekasan Achmad Syafii  meminta, sedikit demi sedikit aturan  penertiban Taman Arek Lancor mulai diberlakukan. Misalnya, sewaktu-waktu pagar dikunci agar muda-mudi tidak bebas berbuat mesum. ”PKL juga perlu diberi pemahaman agar jangan sembarangan  berjualan di sekitar taman,” katanya.

Menurut Syafii, penertiban  Taman Arek Lancor memang perlu dilakukan secara bertahap. ”Karena kalau diberlakukan mendadak, dikhawatirkan muncul asumsi-asumsi negatif,” ucapnya. Kepala Dinas PU Cikatarung  Pamekasan Muharram menjelaskan,  untuk mengunci pagar Taman Arek Lancor, pihaknya masih menunggu semua  pekerjaan selesai.

Hingga kemarin pekerjaan yang belum selesai yaitu pengecatan pagar dan pemasangan logo Pemkab Pamekasan. ”Tapi kalau penguncian dianggap sangat penting, akan kami koordinasikan dengan pihak terkait, terutama satpol  PP.

Sesuai rencana awal, sisi luar pagar Arek Lancor memang akan dikunci,” jelasnya.  Mengenai penertiban, akan benar-benar dilaksanakan pada  2016 nanti. ”Minggu Arek Lancor tetap dibuka. Sebab paginya ada car free day,” tukas dia. (radar)