BPWS Tak Minati Gili Labak

SUMENEP – Pesona Pulau Gili Labak memikat banyak wisatawan. Namun, Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) tidak berminat untuk mengembangkan pulau yang termasuk Desa Kombang, Kecamatan Talango, Sumenep, itu. Instansi yang didirikan pada 2008 itu memilih fokus membangun Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek.

Kepala Divisi Data dan Informasi BPWS Pandit Indrawan memastikan itu kemarin (23/4). Dia mengatakan, tidak sepeser pun dana yang bakal diturunkan untuk pengembangan Gili Labak tahun ini. Namun, tidak menutup kemungkinan tahun depan bakal ada dana, baik dari pemerintah provinsi maupun pusat melalui BPWS untuk Gili Labak.

Khusus untuk sektor wisata, pihaknya fokus mengembangkan Giliyang. Dia menjelaskan, ada beberapa pembangunan yang sudah dilaksanakan di pulau kaya oksigen itu. Antara lain, pembangunan jalan paving sepanjang 10 kilometer. Selain itu, rumah penginapan bagi pengunjung. Lalu, sistem penyediaan air minum (SPAM) yang bakal disalurkan melalui pipa bawah laut.

”Untuk jalan dan homestay sudah selesai. Tinggal SPAM yang belum,” katanya. Kabid Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Disbudparpora Sumenep Sukaryo mengatakan, sekarang instansinya masih menyusun
detail engineering design (DED). Kemudian, bakal dilanjutkan dengan master plan.

DED itu dinilai bersinggungan langsung dengan bantuan dari pemerintah. Dia mengklaim, tanpa dokumen tersebut Gili Labak tidak bakal menerima bantuan, baik dari pemprov maupun pusat. Jika DED selesai, pemkab bakal mengajukan pengembangan pulau ke provinsi dan pusat. Jika hanya mengandalkan APBD kabupaten diyakini tidak mampu.

”Harus menggandeng provinsi atau pusat, karena pariwisata butuh dana banyak,” katanya. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, pembangunan pariwisata itu bakal digerojok dari lintas kementerian. Mengingat, pengembangan pariwisata berbasis kelautan itu terkait dengan banyak pihak. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • jalan rusakteks eksplanasi
  • pandit indrawan