Bonceng Istri Orang, Pemuda Dikeroyok

PAMEKASAN – Dendi, warga Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar, babak belur setelah dikeroyok tetangganya kemarin (8/2). Pemuda  berusia 17 tahun itu dihajar Aplori, 30; Zainal, 30; dan Hadori, 28, di Jalan Raya Desa Tampojung  Pregi, Kecamatan Waru.

Bonceng-Istri-Orang,-Pemuda-Dikeroyok

Informasi yang dirangkum Jawa Pos Radar Madura, kuat  dugaan, Dendi dikeroyok lantaran membonceng Sofi, 30. Sebab, perempuan yang dibonceng korban diketahui istri salah seorang pengeroyok. ”Jadi, motifnya adalah asmara,” ungkap seorang anggota  Polsek Waru, yang mewanti-wanti  kepada wartawan agar  namanya dirahasiakan.

Dia menjelaskan, kejadian bermula saat Sofi mengajak korban ke rumah neneknya di Desa Tampojung Pregih, Kecamatan Waru. Tanpa curiga, Dendi berangkat  naik motor membonceng perempuan yang masih satu desa itu.

Tak disangka, setiba di Jalan Raya Desa Tampojung Pregi, keduanya  dicegat ketiga pelaku. Tanpa basa-basi, mereka menghajar korban  hingga babak belur. Setelah korban tidak berdaya, ketiganya kabur. Sementara itu, Sofi berteriak minta tolong kepada  warga sekitar lokasi kejadian.

Warga pun berdatangan, lalu menolong dan membawa korban ke Puskesmas Pasean. Akibat  pengeroyokan itu, Dendi menderita luka parah hingga keluar  darah dari hidung dan mulut. Tidak begitu lama, anggota polsek  dan koramil datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pelaku masih dalam pengejaran polisi. Sayangnya, Kapolsek Waru AKP Junaidi belum bisa dikonfirmasi terkait kasus tersebut. Berkali-kali dihubungi melalui telepon, tidak ada respons. Pesan singkat yang wartawan kirim juga tidak dibalas.

Orang tua korban, Matsuri dan Atmina, masih syok atas musibah yang menimpa putranya itu. Keduanya mengaku tidak tahu menahu  masalah yang mengakibatkan putranya dikeroyok.  ”Kami tidak tahu apa-apa. Tibatiba   ada telepon bahwa anak kami masuk puskesmas,” ujarnya.

Menurut keterangan keduanya, korban menderita patah tulang di bagian pinggang, luka memar di  wajah, mulut bengkak, dan keluar darah dari hidung dan mulut. ”Tetapi, alhamdulillah, sekarang  kondisinya sudah membaik,”   katanya.

Selanjutnya, keduanya mengaku, polisi mengusut dan menangkap  pelaku. Mereka percaya   polisi masih mempunyai nurani untuk menegakkan keadilan.  Kepala Desa (Kades) Bujur Timur  Moki Effendi enggan berkomentar  terkait warganya yang terlibat  pengeroyokan di Desa Tampojung  Pregi.

Dia beralasan sedang membesuk warganya di rumah sakit. Tetapi, Moki membenarkan pengeroyokan  yang melibatkan warganya  kepada wartawan. ”Iya benar (ada pengeroyokan, Red),” ujarnya, lalu mematikan telepon. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • Tragedi parseh
  • tragedi carok probolinggo
  • foto tragedi pembacokan pilkades bangkalan kemarin
  • foto bujur madura
  • tragedi carok desa Duko sumenep
  • targedi di desa parseh
  • foto carok di gunung rancak
  • desa bujur timur
  • carok dikeroyok 4 orang
  • berita kepala desa bujur timur muki efendy