Berdoa Warga Harmonis, Usaha Lancar

PAMEKASAN – Bagi Kaum Tionghoa, membakar puluhan replika perahu dalam upacara peringatan hari lahir Dewi Kwan Im, mengandung  makna yang sangat dalam. Apalagi, sebelum dibakar mereka berdoa bersama di deretan puluhan  perahu tersebut.

”Saat membakar perahu itu kami berdoa warga harmonis, usahanya lancar. Kami memohon  kepada Dewi Kwan Im agar semua doa kami dikabulkan,” tutur warga Tionghoa asal Surabaya,  Yik Siang, saat mengikuti ritual peringatan hari lahir Dewi Kwan Im di Vihara Avalokitesvara,  Desa Polagan, Kecamatan  Galis, kemarin (26/3).

Upacara bakar replika perahu yang diikuti ratusan umat Buddha dari Jawa–Bali itu cukup  menyita perhatian warga muslim yang tinggal di sekitar vihara. Mereka menyaksikan  ritual sakral tersebut. Upacara kemarin, kata Yik, terdiri dari tiga perayaan. Yaitu,  memperingati hari lahir, bertapa, dan naiknya Dewi Kwan Im ke nirwana.

Menurut keyakinan Kaum Tionghoa, Dewi Kwan Im sudah sempurna menjadi dewi setelah naik ke nirwana. Ketua Yayasan Vihara Avalokitesvara Kosala Mahinda menambahkan, kegiatan tersebut berlangsung selama tiga  hari. Yakni, dari Jumat–Minggu  (25-27/3).

Terdapat beragam kegiatan di dalamnya, mulai ritual doa, penampilan kesenian  musik, dan barongsai. ”Besok (hari ini, Red) hari  kelahiran Dewi Kwan Im. Makanya,  di sini kami merayakannya.  Sekalian kami mengadakan  ritual kirab laut dan budaya,” paparnya.

Upacara kirab laut merupakan  acara yang cukup langka. Hal itu  lantaran biasanya kirab hanya digelar di daratan. Tak pelak,  umat Buddha dari berbagai  penjuru nusantara berkunjung ke Pamekasan dalam rangka  mengikuti ritual kirab laut. Hingga  kemarin, sudah ada sekitar  perwakilan 46 kelenteng se- Jawa–Bali yang hadir.

”Dulu, arca Dewi Kwan Im  itu kami dapat dari tepi Laut  Talang Siring. Jadi, ini dalam  rangka mengenang napak tilas  enam abad silam,” jelasnya.  ”Tujuannya, semoga warga sini bisa mendapat berkah dari Dewi Kwan Im yang bersifat welas  asih,” imbuhnya. (radar)