Belasan Santri Mual dan Muntah di Sampang

Yakin Bukan karena Keracunan Nasi Bungkus

SAMPANG – Suasana di Pondok Pesantren (Ponpes) An-Naqsyabandiyah Assalaiyah, Dusun Ombul, Desa Beringin, Kecamatan Tambelangan, Sampang, panik dini hari kemarin (2/10). Pemicunya, belasan santri dilarikan ke puskesmas karena menderita mual dan muntah-muntah.

Santri yang mendadak sakit yaitu Abdullah, 13; Abdul Azis, 19; Mustofa, 13; Muhammad Nidi, 17; Abdurrahman, 18; dan Hisan, 14. Selanjutnya ada Sainur Rahman, 16; Muhammad Husain,15; Mahsus, 15; Khoirul Anam, 19; Ali Fikri, 15; Imam Fitriansyah, 14; Ilham Riski, 13; Rosi, 17; dan Samsul Ariin, 14.

Sebanyak 15 santri tersebut dirawat di Puskesmas Blega, Bangkalan. Sementara dua  santri lainnya, Ali Fikri, 14, dan Badrus, 15, mendapat perawatan medis di Puskesmas  Tambelangan, Sampang. Kronologinya, Sabtu malam  (1/10), ponpes yang dihuni sekitar 450 santri itu mengadakan  acara peringatan Tahun Baru  Islam 1438 Hijriah.

Acara yang digelar di halaman pondok tersebut hanya diikuti santri putra. Kegiatan dimulai sekitar pukul  20.00 dan selesai pukul 00.00. Pada pukul 22.00, ada pembagian nasi bungkus dari pondok. Kemarin dini hari, sekitar  pukul 03.00, ada ketua kamar yang melapor kepada pengurus bahwa santri mual dan  muntah-muntah.

Seketika itu pengurus pondok merespons. Pukul 04.00, belasan santri  dibawa ke puskesmas untuk  mendapat perawatan medis. Moh. Amrullah, salah seorang pengurus Ponpes An-Naqsyabandiyah Assalaiyah mengatakan, tidak mungkin santri mual dan muntah-muntah karena keracunan nasi bungkus.

Lagi pula, hasil  pemeriksaan dokter di puskesmas tidak diketahui penyebab santri  mual dan muntah-muntah.  Jika 17 santri itu keracunan nasi bungkus, seharusnya semua santri menderita mual dan muntah-muntah. Sebab  seluruh santri mengonsumsi  nasi bungkus yang sudah disediakan.

”Kalau keracunan,  seharusnya semua santri yang  makan nasi bungkus kena.  Tapi yang muntah-muntah kan hanya belasan,” katanya. Ketua Pengurus Ponpes An Naqsyabandiyah Asslafiyah Moh. Sa’ied melalui wakil ketua Mubassyir Aziziy mengatakan hal senada.

Menurut dia, selesai acara peringatan Tahun  Baru Islam, semua santri tidur. Akan tetapi, pada pukul 03.00, belasan santri terbangun dan  langsung muntah-muntah. ”Dibawa ke puskesmas.  Tapi pihak puskesmas belum  mengetahui penyebabnya apa. Apa karena nasi atau lauknya.  Belum diketahui mengapa  muntah-muntah,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Blega Sudiyo belum bisa menentukan penyebab 15 santri mual dan  muntah-muntah. ”Kami hanya  memberikan pelayanan kesehatan,” katanya. ”Saya yakin bukan keracunan. Sebab setelah obat masuk, semua santri  bisa pulang,” imbuh dia.

Sementara itu, Pembimbing Ponpes An-Naqsyabandiyah Assalaiyah Abdul Halim mengeluhkan pelayanan di Puskesmas Tambelangan. Kata dia,  dua santri yang datang berobat   ke puskesmas tersebut tidak diinfus. Padahal kondisi santri   sama dengan yang lain.

”Kami kali pertama membawa santri ke Puskesmas Tambelangan. Tapi, petugas puskesmas mengaku tidak bisa. Makanya kami bawa ke Puskesmas Blega di Bangkalan,” katanya. Kepala Puskesmas Tambelangan Romsah mengatakan,  pelayanan yang diberikan  pihaknya bukan tidak maksimal. Buktinya, keracunan  yang dulu dialami ratusan  warga bisa diatasi.

”Kalau  tidak maksimal, pasien rawat  inap dan rawat jalan bertambah. Tudingan itu tidak mendasar,” ucapnya.  Dia mengklaim, tudingan tersebut dilontarkan orang yang tidak  suka kepada Puskesmas Tambelangan. ”Jangankan puskesmas, pondok saja ada yang tidak suka. Sebelumnya kami mengatasi pasien keracunan. Jumlahnya lebih banyak dari santri yang mual dan muntah-muntah,” pungkasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • berita terbaru naqsabandiyah sampang madura
  • gambar puskesmas sampang malam hari
  • pondok an naqsyabandiah sampang