Belasan PNS Masuk Bui

PAMEKASAN – Tidak sedikit pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Pamekasan yang berurusan dengan  hukum. Tiga tahun terakhir, yakni sejak  2014 hingga 2016, ada 14 abdi negara yang masuk penjara setelah divonis bersalah oleh pengadilan negeri (PN).

Humas-PN-Pamekasan-Maskur-Hidayat-berbincang-dengan-bawahannya-kemarin.

Humas PN Pamekasan Maskur Hidayat  mengungkapkan, dari 14 PNS yang menjadi  terpidana, hanya satu yang merupakan PNS Pemrov Jatim. Selebihnya merupakan PNS di lingkungan Pemkab Pamekasan. Hukuman terhadap PNS bervariasi. Ada yang empat bulan, delapan bulan,  dan ada yang sampai empat tahun.

”Kasusnya bermacam-macam. Selama tiga tahun, mayoritas kasus penganiayaan,  kecelakaan lalu lintas, dan narkoba,”  katanya kemarin (22/2). Maskur mengaku, vonis bagi  14 PNS sudah inkracht. Mereka  sudah tidak bisa masuk kantor pemerintah. Mengenai status  PNS, pemkab yang lebih paham.

”Itu urusan pemkab. Kami hanya menyayangkan abdi negara masuk penjara. Mereka harusnya menjadi contoh,” tukasnya.  Sementara itu, Kepala BKD Pamekasan Lukman Hedi Mahdia mengungkapkan, PNS yang  bermasalah karena melakukan  tindak pidana kriminal tetap tidak diberhentikan. Kecuali,  PNS tersebut tersandung kasus  korupsi. Kalau korupsi, kata Lukman, aturannya harus diberhentikan.

”Meskipun divonis hukuman satu bulan, namun dinyatakan bersalah karena korupsi, terpaksa diberhentikan. Kalau  PNS yang melakukan tindak pindana kriminal seperti narkoba,  penganiayaan, dan lainnya,  paling diturunkan jabatannya atau diberhentikan sementara,”  jelasnya. (radar)