Bekuk Dokter Gadungan

Sudah Beroperasi Lima Tahun

SUMENEP – Sugianto, 43, warga Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, ditangkap polisi di rumah seorang warga Desa Lombang, Kecamatan Giligenting, kemarin (8/4). Dia dibekuk lantaran ketahuan menjalankan praktik dokter ilegal.

Kasus ini terendus setelah salah seorang warga Giligenting melaporkan praktik dokter ilegal itu ke aparat kepolisian. Pria yang berani menjalani praktik medis tanpa ijazah dokter itu dilaporkan warga yang pernah menjadi pasiennya.

Pria yang tinggal di Desa Jate ini memang tidak membuka praktik di rumah laiknya dokter pada umumnya. Dia memberi pengobatan medis kepada warga secara keliling, memenuhi panggilan warga yang sakit. Bahkan, saat ditangkap polisi, Sugianto tengah memberi injeksi obat kepada Sukirman, warga Desa Lombang, Kecamatan Giligenting. Praktik melanggar hukum itu sudah dilakukan sekitar 5 tahun.

”Anehnya, kok baru sekarang ditangkap. Padahal, mustahil kalau polisi baru tahu,” ujar Syaiful Anang, 32, warga setempat. Sebab, lanjut Syaiful, praktik yang dilakukan Sugianto sudah bukan rahasia lagi. Hampir semua masyarakat di Pulau Gili Raja pernah berobat ke Sugianto.

Malah, sekalipun di setiap desa ada tenaga kesehatan resmi, warga tetap memilih berobat ke Sugianto. Akibatnya, tenaga medis yang berijazah resmi banyak yang tidak laku. ”Bisa jadi karena faktor persaingan, sehingga ada yang lapor kepada polisi,” ucap Syaiful.

Warga lain, Yuliatin, 29, menambahkan, Sugianto sangat disenangi warga lanjut usia. Meski dikabarkan tidak memiliki pendidikan medis resmi, dia memiliki keahlian dalam mengobati penyakit. Banyak pasien yang sembuh saat berobat padanya.

Selain itu, dia sangat ramah kepada pasien. Apalagi, ketika berobat, warga tidak dipatok dengan nominal tertentu. Sebab, pasien bisa membayar seikhlasnya. ”Biasanya Rp 30 ribu,” katanya. Kasubbaghumas Polres
Sumenep AKP Hasanuddin menjelaskan, penangkapan dilakukan saat yang bersangkutan sedang menyuntik  Sukirman.

”Penangkapan itu berdasarkan laporan dari masyarakat,” tuturnya. Perwira dengan tiga balok emas di pundaknya itu menegaskan, informasi yang diterima, praktik itu sudah lama dijalankan. Namun sebelumnya tidak pernah ada laporan.

”Saya tidak tahu sejak kapan dia beroperasi. Tapi setelah mendapat laporan, kami langsung melakukan penangkapan,” tambahnya. Kasus itu masih dalam penyelidikan. Tersangka berikut barang bukti (BB) telah diamankan di polres untuk penyelidikan lebih lanjut. Penyidik masih mengembangkan kasus tersebut. Termasuk darimana tersangka mendapatkan alat-alat kesehatan.

Menurut dia, layanan medis yang diberikan tersangka sudah meresahkan warga sekitar. Selain itu, tindakan
tersangka melanggar undang-undang (UU). Perbuatan tersangka melanggar UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang Kesehatan.

”Tersangka terancam hukuman lima tahun penjara,” jelas pria asli Pamekasan tersebut. Mantan Kapolsek Manding itu menegaskan, dari tangan korban polisi berhasil mengamankan BB berupa sejumlah alat kesehatan. Antara lain obat-obatan, alat suntik, alat tensi darah, dan sejumlah alat medis lainnya. (radar)