Bejat, Kakek 55 Tahun Cabuli Anak Lulusan SD

SAMPANG – Malang benar nasib H (inisial), 14, warga Kecamatan Robatal. Anak yang baru lulus SD itu diduga menjadi korban pencabulan. Pelaku yang dituduh merenggut kegadisan korban yaitu L, 55, warga Desa Bunten Timur, Kecamatan Ketapang, Sampang.

Pelaku mencabuli korban dengan modus mengiming-imingi uang Rp 10 ribu. Modus pelaku cukup berhasil. Dia  dua kali menggahi korban. Terakhir, pelaku mencabuli H pada Kamis (1/9) sekitar pukul 17.30.  Pelaku melampiaskan nafsu   saat korban berada di pinggir sungai.

Waktu itu korban hendak mengambil air untuk minum sapi. Namun, tak disangka, pelaku mendekat dan melakukan perbuatan terlarang kepada korban. Pencabulan terungkap setelah korban memberi tahu keluarga. Pengakuan korban diperkuat saksi mata M, 47, yang masih famili korban.

Saat itu M selesai mandi di sungai dan bergegas pulang untuk menunaikan salat Magrib. Setelah melewati tanjakan,  M melihat pelaku dan korban. ”Saya selesai mandi di sungai. Saya melihat mereka berdua (pelaku dan korban, Red) berjalan menuju rumah,” tuturnya kemarin (5/9).

Keluarga korban tidak terima  atas ulah pelaku. Karena itu, keluarga korban melapor ke Unit PPA Polres Sampang kemarin. R, 42, ayah korban, mengakui bahwa anaknya dua kali dicabuli. Pencabulan pertama dilakukan sekitar dua minggu lalu.

”Yang kedua pada Kamis (1/9). Pelaku memberikan uang Rp 10 ribu,” kata R sambil menunggu putri  pertama yang berada di ruang  Unit PPA Polres Sampang.  Pria yang memiliki tiga anak itu menangis ketika melapor ke polres kemarin. Dia meminta pelaku diproses secara hukum karena dinilai telah merusak masa depan korban.

”Kami minta pelaku dihukum yang setimpal atas perbuatannya,” ucap dia.  Kapolres Sampang AKBP Toik Sukendar yang diwakili Kasatreskrim AKP Hari Siswo menyatakan, pihaknya telah menerima laporan dari kelu- warga korban. Dia berjanji akan menindaklanjuti laporan itu  dengan melakukan penyelidikan. ”Kalau terbukti laporan benar, kami lakukan tindakan,” tegasnya. (radar)