Bayi Berlumuran Darah Menangis di Pinggir Jalan

PAMEKASAN – Hati siapa  yang tidak kasihan melihat bayi  yang masih berlumuran darah menangis di pinggir jalan. Bayi  tidak berdosa ini menjerit jelang  waktu subuh tiba. Bayi itu kedinginan, dia terus menggerakkan  kedua kakinya.

Warga-Desa-Kecamatan-Pegantenan,--Pamekasan,-menggendong-bayi-yang-ditemukan-di-depan-toko-milik-Mohammad-kemarin.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan warga di pinggir Jalan Raya Desa Pegantenan, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, kemarin (27/2). Bayi mungil itu diletakkan di depan toko milik Mohammad. Saat ditemukan, bayi malang ini  hanya dibalut dengan kain dan diletakkan  dalam sebuah kardus. Pembuang bayi juga meletakkan sebungkus susu SGM dan dua saset popok  standar di dekat bayi tersebut.   

”Ari-arinya tidak ada, tali pusarnya sudah dipotong,” terang Mohammad, pria yang kali pertama menemukan bayi itu. Kepada Jawa Pos Radar Madura, Mohammad menjelaskan, sebelum menemukan bayi di depan tokonya, dia hendak melaksanakan salat Subuh sekitar pukul 05.00.

Sebelum bertakbir untuk salat, tiba-tiba Mohammad sayup-sayup mendengar suara tangis bayi.  Kemudian, bapak yang mendapat titipan bayi itu keluar menuju arah sumber tangisan tersebut. Setelah sampai di depan toko,  diketahui suara tangis bayi itu  berasal dari kardus yang bergerak-gerak. Dia membuka kardus pelan-pelan. Terlihatlah bayi mungil berjenis kelamin laki-laki.

”Bayi laki-laki itu masih berlumuran  darah,” tuturnya.  Mohammad lalu memanggil istrinya yang sedang menyapu di belakang rumahnya. Kemudian, lanjut Mohammad, istrinya dibantu saudaranya membersihkan dan memandikan bayi  mungil tersebut.

Setelah dimandikan, Mohammad melapor ke kepala desa  (Kades) dan Kapolsek Pegantenan. Sekitar pukul 06.00, Kades bersama anggota Polsek Pegantenan tiba di rumah Mohammad.  Mohammad bersama Kades dan  anggota polsek kemudian membawa  bayi tersebut ke bidan terdekat. Hasil pemeriksaan bidan desa,  diketahui bayi laki-laki tersebut  dalam kondisi normal dan sehat.

”Berat bayi 3 kilogram 3 ons,”  kata bidan yang enggan menyebut identitasnya. Kapolsek Pegantenan AKP Purwanto mengatakan, pihaknya masih  menyelidiki kasus pembuangan bayi di pinggir jalan tersebut. Yang  jelas, kata dia, bayi malang itu sengaja  dibuang oleh orang tuanya.

”Kami belum mengidentifikasi siapa orang tua yang tega membuang  bayi ini,” katanya. Namun, sambung dia, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan segera mengungkap kasus pembuangan bayi tersebut. Sebab, hal itu merupakan tindakan kriminal.  Apakah ada kemungkinan bayi  itu hasil hubungan gelap? Purwanto  mengaku belum bisa memastikan.  Namun yang jelas,  dugaan itu ada.

”Kesimpulan kami, tidak ada  orang tua yang tega membuang  darah dagingnya sendiri. Untuk  sementara bayi mungil itu dititipkan  ke bidan desa,” ujarnya kepada wartawan. (radar)