Bapak–Anak Kompak Berjudi

PAMEKASAN – Keluarga yang kompak tidak selalu berdampak positif. Buktinya, kekompakan Saiful, 42, dengan anaknya, Ahmad,  17, mengantarkan keduanya ke sel tahanan Mapolsek Kota Pamekasan kemarin (21/11). Bapak dan anak yang tinggal di Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota  Pamekasan, itu ditangkap polisi lantaran  kekompakannya dalam bermain judi kelereng.

Anggota-polisi-membongkar-arena-judi-kelereng-di-Jalan-Pintu-Gerbang,-Kelurahan-Bugih,-Kota-Pamekasan,-kemarin.

Bahkan, keduanya tidak hanya  sebatas berjudi, tetapi juga sebagai penanggung  jawab arena judi kelereng di gang V Jalan Pintu  Gerbang di Pamekasan.  ”Saiful dan Ahmad adalah bapak dan anak yang  memiliki arena judi kelereng. Jadi, keluarga ini yang jadi  penanggung jawab,” ungkap Kapolsek Kota Pamekasan AKP Khoirul Anwar kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin.

Selain dua tersangka itu, lanjut Anwar, ada satu tersangka lagi yang ditangkap polisi dalam penggerebekan arena  judi kelereng di gang V Jalan Pintu Gerbang, Jumat malam (20/11).

Yaitu Edi Junaidi, 30, warga Jalan Gatot Koco, Kelurahan Kolpajung, Kecamatan Kota Pamekasan. Anwar menjelaskan, penggerebekan arena judi kelereng dilakukan berdasarkan laporan dari  masyarakat. Sebab, selama  ini masyarakat sering mengeluh dan merasa risih dengan  perjudian yang ada di lokasi  tersebut.

”Sebelum menggerebek, kami mengecek kebenarannya dulu. Ternyata benar ada judi kelereng di tempat tersebut, Nah kami  langsung bergerak dan menangkap  pejudi,” jelasnya.  Saat penggerebekan, polisi memergoki Ahmad sedang berposisi  sebagai pelepas  kelereng di garis start.

Sedangkan, Edi Junaidi sebagai  penjaga finis. Saiful hanya berjaga- jaga di lokasi judi sebagai  penanggung jawab. Selain tiga tersangka, anggota Polsek Kota juga menyita  sejumlah barang bukti  (BB) dari lokasi.  BB yang diamankan berupa uang Rp 2,1 juta, 8 kelereng, rekapan nama-nama di kelereng, alat tulis, dan sound system.

”Arena judi kelereng juga kami bongkar dan dibawa ke mapolsek sebagai barang bukti,” tambahnya. Namun, karena waktu penggerebekan  malam hari,  polisi baru membongkar pagi harinya. Selain untuk tambahan BB, pembongkaran  arena judi kelereng  bertujuan agar tidak ada  lagi praktik judi kelereng di lokasi tersebut.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tiga  tersangka  digelandang ke sel tahanan Mapolsek Kota.  Ketiganya  dijerat Pasal 303  KUHP tentang  Perjudian. ”Ancaman hukumannya maksimal 4 tahun penjara,” pungkas Anwar. (radar)