Bali di Jalan Kembar Kocar-Kacir

BANGKALAN – Para pembalap dan penonton balapan liar (bali) di jalan kembar Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan, kocar-kacir kemarin (5/2). Itu terjadi, setelah puluhan anggota Satlantas Polres Bangkalan merazia  lokasi tersebut.

Anggota-Satlantas-Polres-Bangkalan-melakukan--razia--balapan--liar-di-jalan-kembar--Desa--Bilaporah,--Kecamatan-Socah,-kemarin.

Razia dilakukan sekitar pukul 17.00 kemarin. Namun, polisi tidak mengamankan sepeda motor yang berhasil dihadang di  jalan kembar tersebut. ”Sebenarnya bukan razia, kami hanya memberi imbauan kepada para pembalap yang  sering latihan di sana,” ujar Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Ridho Putranto kepada  wartawan kemarin.

Ridho menjelaskan, jalan kembar sudah ditetapkan  sebagai lokasi rawan bali.  Setidaknya, ada lima lokasi ditetapkan sebagai lokasi rawan bali. Yaitu, Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Jalan Raya Pertahanan, Jalan Raya Bancaran, jalan kembar, dan jalan  raya Suramadu.

”Sudah kami lakukan razia, dan puluhan kendaraan sudah kami amankan,” katanya. Dijelaskan, untuk wilayah jalan kembar pihaknya melihat bukan balapan liar, tetapi lebih pada melakukan latihan. Sebab, pengendara dilengkapi dengan baju balap sebagai pengaman.

”Jika diketahui anggota, pasti disuruh untuk bubar,” jelasnya. Dia menambahkan, pembalap memilih melakukan latihan di  jalan kembar karena pemerintah  belum menyediakan sirkuit  khusus untuk balapan. Menurutnya, jika hal itu terus dibiarkan,  pengguna jalan lainnya tidak akan berhenti protes.

”Kalau di jalan kembar biasanya sore, lokasi lainnya biasanya malam,” ujarnya. Dengan demikian, pengendara sepeda motor yang tertangkap sedang balapan, dendanya akan diberlakukan maksimal. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22/2009 Pasal  297 tentang Lalu Lintas, denda pengendara yang melakukan  balapan liar di jalan raya sebesar  Rp 3 juta dengan kurungan  penjara satu tahun.

”Kami sudah berkoordinasi dengan pihak pengadilan supaya  denda maksimal yang  diterapkan,” paparnya. Maka dari itu, tilangan pelanggaran balapan liar akan  dipisah dengan tilangan pelanggar lainnya. Dengan demikian, ke depan pemuda di kota Bangkalan tidak lagi memiliki kebiasaan balapan  di jalan raya yang mengganggu  pengguna jalan lainnya.

”Kami  belum merekap pelanggar kasus balapan dan kasus lainnya,” pungkasnya. (radar)