Asyik Nonton Ludruk, Maling Sapi Dibekuk

SUMENEP – Pelaku pencurian sapi milik Kepala Desa (Kades) Lombang, Kecamatan Batang-Batang, pada awal September lalu dibekuk polisi, Jumat (16/9). Korps Bhayangkara menangkap pelaku Syafiudin, 42, saat asyik nonton kesenian drama tradisional ludruk.

Penangkapan dilakukan di Desa Nyabakan  Timur, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep  sekitar pukul 23.00. Usai ditangkap, polisi  membawa Syafiudin ke Mapolres Sumenep  untuk penyelidikan lebih lanjut. Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Hasanuddin  mengatakan, tersangka selama ini memang dalam pengejaran polisi. Sebab, Syafiudin dinyatakan terbukti mencuri sapi  milik Kades Lombang Ahmad.

Sapi hasil curian tersebut  dijual ke Sahna, 40, warga  Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep, seharga Rp 400 ribu. Sapi itu disembunyikan di rumah Sahna. Kamis (1/9), polisi melacak keberadaan sapi dan menggerebek rumah Sahna.

Pemilik  rumah saat itu tidak di tempat,  sehingga polisi hanya mengamankan sapi sebagai barang bukti (BB).  Tujuh hari kemudian, polisi  menangkap Sahna. Namun, Syafiudin selaku aktor pencurian sapi kabur. Nah, pada Jumat (16/9), Syafiudin akhirnya tertangkap.

Dua tersangka kasus pencurian hewan (curwan) itu  kini diamankan di mapolres.  Mereka ditahan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Polisi akan melakukan pengembangan penyelidikan untuk menekan terjadinya kasus curwan. Menurut Hasanuddin, maraknya curwan membuat keamanan dan ketertiban masyarakat terganggu.

Bahkan, masyarakat perdesaan resah.  Polisi tidak akan berhenti dengan hanya menangkap Syafiudin dan Sahna. Aparat berseragam cokelat itu akan mengusut pelaku curwan  yang lain. Sebab, curwan cukup marak terjadi di Sumenep. ”Kami tidak main-main,” tegas  Hasanuddin.

Anggota Komisi I DPRD Sumenep Saiful Bari meminta polisi lebih serius mengungkap kasus curwan. Sebab, curwan meresahkan masyarakat. Dia menyarankan polisi melakukan pemetaan daerah  rawan curwan.  ”Saya berharap tidak hanya  menangkap maling, tapi juga  mengantisipasi agar maling-maling tidak marak lagi,” tandasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • nonton maling sapi