ASDP Rampingkan 65 Pegawai

BANGKALAN – Pengguna jasa penyeberangan melalui Pelabuhan Kamal semakin sepi. Akibatnya, PT angkutan sungai danau dan penyeberangan (ASDP) terancam rugi. Perusahaan tersebut mengurangi jumlah pegawai hingga 65 orang. Sebelumnya, semua 75 orang, ini tinggal sepuluh pegawai.

Supervisor ASDP Pelabuhan Kamal Agusman mengungkapkan, sebelum Jembatan Suramadu diresmikan, pendapatan per hari sebesar Rp 600 juta. Satu tahun terkumpul Rp 20 miliar. Saat itu, 20 kapal beroperasi.
Sementara pendapatan saat ini dalam sehari hanya Rp 7 juta dengan lima kapal.

Tetapi  yang beroperasi hanya dua. Sebab, satu dalam perawatan. Dua kapal yang lain dipindah ke Kalimantan dan Sulawesi bersama 65 pegawai. Pengguna jasa penyeberangan ramai hanya pada pukul 06.00-08.00. ”Kami sudah melapor ke atasan. Kondisinya sudah sepantasnya ditutup karena kerugian sangat tinggi,” jelasnya kemarin (7/4).

Dia menerangkan, penumpang enggan menggunakan angkutan laut dan lebih banyak lewat darat. Sebenarnya, kata Agus, pihaknya ingin koordinasi dengan Pemkab Bangkalan membicarakan kondisi dermaga. Sebab, masalah tersebut juga terkait dengan ekonomi warga sekitar.

Mulai 1 Mei mendatang, Kantor ASDP Kamal akan ditempati ASDP Surabaya. Karena kantor di Surabaya masih ngontrak. ”Gedung di sini milik sendiri,” ujarnya. (radar)