Anggaran Pengadaan Ambulans Fantastis

PAMEKASAN – Pemkab Pamekasan menganggarkan Rp 2,8 miliar untuk pengadaan mobil ambulans dan puskesmas keliling (pusling). Anggaran tersebut dinilai cukup besar karena hanya akan digunakan membeli
delapan unit mobil.

Mobil-pusling-terparkir-di-depan-Kantor-Dinkes-Pamekasan-di-Jalan-Jokotole-kemarin

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Pamekasan Taufikurrahman kemarin (15/2) menyampaikan, dana pengadaan ambulans dan  pusling bersumber dari APBD 2016. Dia mengklaim, dana
besar itu disesuaikan dengan  kondisi dan kebutuhan.

”Puskesmas se-Pamekasan  belum ada yang memiliki ambulans. Lebih jelasnya,  silakan tanyakan ke dinas terkait,” katanya.  Dia meminta, pengadaan mobil ambulans dan pusling tidak dimaknai sebagai buang-buang  dana. Sebab, bisa jadi, kendaraan  merupakan kebutuhan  mendesak.

”Ambulans dan  pusling dibutuhkan setiap hari karena menyangkut kepentingan masyarakat,” ujar Taufik. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Ismail Bey membenarkan bahwa 20 puskesmas belum memiliki ambulans. Kata dia, mobil ambulans hanya tersedia di RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan.

”Dana Rp 2,8 miliar itu akan digunakan untuk membeli delapan unit mobil. Empat  mobil ambulans dan empat lagi pusling,” jelas Ismail. Pengadaan mobil ambulans baru tahun ini dianggarkan. Tahun sebelumnya, hanya ada pengadaan pusling. Tapi, mobil  pusling tidak boleh digunakan  mengangkut mayat. ”Pusling  dianggarkan lagi karena banyak yang rusak,” tuturnya.

Ismail menyebutkan,  pengadaan mobil ambulans  dan pusling bertujuan  memberikan kenyamanan kepada warga. ”Misalnya, ada pasien puskesmas yang  harus dirujuk ke RSUD. Itu membutuhkan ambulans,” pungkasnya. (radar)