Anak Kasek Pesta Narkoba

Ngaku Rutin Tiap  Tiga Hari Sekali

PAMEKASAN – MTA (inisial), 19, warga Kelurahan Kanginan, Kecamatan Kota, Pamekasan, tidak seperti remaja kebanyakan, ia bernasib baik karena anak kepala sekolah (Kasek). Tapi, ulah MTA mengajak dua temannya  berpesta sabu-sabu (SS) kurang  mencerminkan bahwa dia berasal  dari keluarga terdidik.

Kodim-0826-Pamekasan-kemarin-menunjukkan-barang-bukti-peredaran-narkoba-yang-berhasil-diamankan-dari-dua-lokasi-berbeda

Minggu (13/12) sekitar pukul  20.15, Tim Unit Intel Kodim 0826/Pamekasan menangkap  tiga remaja yang hendak berpesta narkoba jenis SS. Mereka adalah MTA dan RKU, 19, warga Kelurahan Kanginan, Kecamatan Kota  Pamekasan.

Juga, MRE, 16, asal Desa Sumedengan, Kecamatan Pademawu. Penangkapan dilakukan di rumah orang tua MTA, yakni Ahmad Hajar Samsu Aidi di Kelurahan Kanginan. Belakangan  diketahui, Hajar merupakan kepala SDN  Larangan Badung 6.

Komandan Kodim (Dandim) 0826/Pamekasan Letkol Arm Mawardi menyampaikan, sebelum penangkapan, Timsus Intel Kodim 0826/Pamekasan lama mengintai rumah MTA.  Sebab, berdasar laporan masyarakat sekitar, rumah  tersebut kerap dijadikan tempat  anak-anak muda berpesta narkoba.

”Tanggal 2 Desember  Serma Agus Jufriyadi dan Serka Mursidi melakukan pengintaian,” kata Mawardi kemarin  (13/12).  Pada 3 Desember 2015, kodim  merekrut agen untuk menyusup ke lingkungan rumah di lokasi yang disebut-sebut sering  dijadikan tempat pesta narkoba itu.

Sepuluh hari kemudian, yakni 13 Desember, timsus intel kodim melakukan  penggerebekan. ”Saat petugas menggerebek, ada remaja yang berhasil kabur. Kami hanya mampu menangkap tiga pemuda,” ungkapnya. Anehnya, lanjut Mawardi,  saat penggerebekan, pemilik rumah, Hajar, mengaku tidak mengetahui pesta narkoba oleh  anaknya bersama remaja-remaja  yang lain tersebut.

”Pemilik  rumah kaget dengan kedatangan petugas. Dia melarang kami menahan anaknya. Tapi, karena petugas menemukan  barang bukti, mereka tetap  kami tangkap,” ujarnya.  Barang bukti yang ditemukan di kamar tidur MTA yaitu  satu poket SS, HP Nokia, botol  alkohol, korek api, sebungkus katembat, alat isap pipet, dan sebungkus sedotan.

”Memang sabu-sabu belum sempat dipakai,  tapi hampir. Sebab, alat isapnya sudah lengkap,” ungkap Mawardi.  Tiga pemuda bersama barang  bukti itu kemudian dibawa ke Markas Kodim 0826. Lalu, mereka dites urine dan diperiksa  lebih lanjut.

”Dari hasil tes  urine, tiga pemuda itu positif mengomsumsi narkoba. Bahkan,  mereka mengaku tiga hari sekali pasti pakai sabu-sabu,”  bebernya.  Malam itu juga petugas mengembangkan penyelidikan. Berdasar pengakuan MRE, satu  poket SS dibeli dari Wawan yang beralamat di Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

Tanpa berlama-lama, timsus intel kodim bergerak menuju  rumah Wawan. Sayangnya,  ketika sampai di lokasi, Wawan  kabur karena melihat MRE.  ”Pada rencana penangkapan kedua, petugas membawa MRE sebagai umpan. Tapi, Wawan  rupanya tahu kalau MRE sudah kami tangkap,” ucap Mawardi.

Dari rumah Wawan sejumlah barang bukti disita petugas. Di antaranya, 60 poket SS siap edar, 4 gram SS, tas kecil, tablet Anastan,  16 bendel plastik bungkus  SS, sebuah alat timbang elektrik, sebuah alat isap, empat buah  pipet, tablet pil pronicy, dan  tablet pil orphen.

”Total sabu-sabu yang diamankan petugas dari rumah Wawan 17,4 gram,” ungkapnya. Kemarin kodim menyerahkan semua barang bukti itu ke Polres Pamekasan. Tiga remaja yang ditangkap juga telah dilimpahkan ke polres.

”Akan kami tindak lanjuti tiga remaja itu. Barang haram seperti narkoba harus diperangi bersama-sama,” tegas Kapolres  Pamekasan AKBP Sugeng  Muntaha. Sementara itu, Kepala SDN  Larangan Badung 6 Ahmad  Hajar Samsu Aidi selaku orang  tua MTA mengaku sangat  kaget dan tidak mengetahui bahwa anaknya terlibat pesta  SS. Kamar tidur MTA, kata dia,  memang terpisah. Temanteman MTA juga sering main  ke kamar itu.

”Bahkan, temannya sempat saya usir karena anak saya sudah tidur. Tapi, mereka masih tetap di kamar anak saya. Kejadian ini (MTA cs ditangkap kodim, Red) saya anggap musibah,” ucap Hajar sedih. (radar)