Akademisi STKIP PGRI Polisikan Pengacara

SUMENEP – Salah seorang akademisi STKIP PGRI Sumenep Musaheri melaporkan pengacara Ach. Novel ke Mapolres Sumenep.  Ketua STKIP PGRI Sumenep yang dipecat oleh  yayasan itu melaporkan Ach. Novel lantaran  dianggap melakukan pencemaran nama baiknya  di media.

Musaheri-didampingi-kuasa-hukumnya-saat-melaporkan-Ach.-Novel-di-SPKT-Polres-Sumenep-Rabu.

Menurut Musaheri, komentar Novel di media yang menyatakan dirinya menggelapkan dana Rp 10 miliar itu telah merusak nama baiknya. Untuk itu, dia didampingi kuasa hukumnya mendatangi kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sumenep guna  melaporkan Novel.

Di SPKT polres, Musaheri diminta petugas  untuk menjelaskan semua kronologi kejadian  yang dinilai telah mencemarkan nama baik  pelapor. Kepada petugas Musaheri mengungkapkan  dampak pernyataan Novel di media  yang menyudutkan dirinya.

Sulaisi Abdurrazaq yang merupakan  kuasa hukum Musaheri  ditemui wartawan usai laporan  mengatakan, pernyataan Novel  di media telah merusak kehormatan dan nama baik kliennya. Akibat pernyataan itu, terbangun  opini bahwa kliennya  telah menggelapkan uang.

”Selain itu, Pak Novel telah mengancam klein kami untuk dilaporkan ke polisi dengan tuduhan menggelapkan uang,” ujarnya.  Menurut Sulaisi, jika memang  benar ada penyimpangan,  seharusnya Novel langsung  melapor ke penegak hukum.  Tanpa mengancam lewat media.

Tindakan mengumbar persoalan  ke publik tidak mungkin  bisa menyelesaikan masalah.  Apalagi, polemik ini merupakan persoalan internal. ”Klarifikasi kepada orangnya lebih tepat sebelum mengumbar  ke media. Ditambah lagi  ada kesepakatan senat agar masalah diselesaikan secara internal STKIP,” paparnya.

Laporan Musaheri tercatat dalam LP/9/1/2016/Jatim/RES SMP tertanggal 13 Januari 2016. Pelapor menyertakan bukti berupa klipingan koran berisi pernyataan Novel dan menyertakan  kesepakatan antara PPLPPT  dengan STKIP mengenai  pengelolaan keuangan.

”STKIP berhak mengelola  keuangan serta setiap kegiatan  disertai LPj. Penggunaan  keuangan sudah kami laporkan,”  kata mantan aktivis  HMI ini. Terpisah, Novel selaku terlapor ketika dikonfirmasi sangat apresiatif dengan  langkah Musaheri.

Dengan  cara itu, polisi nanti terlebih dahulu harus membuktikan dugaan penggelapan yang dilakukan Musaheri. ”Saat penyidik melakukan SP3, baru beralih ke ranah pencemaran nama baik,”  ujarnya. (radar)