Adu Jotos, Iwan dan Ponto Segera Panggil

BK DPRD Sebut Tindakan Pidana

SUMENEP – Perkelahian antara dua anggota dewan dari Partai Golkar memantik reaksi sejumlah pihak. Badan Kehormatan (BK)  DPRD Sumenep bakal memanggil  Ec. Iwan Budiharto dan A. Fajar Hari Ponto. Sebab, selain melanggar kode etik dewan, tindakan mereka masuk pelanggaran pidana.

Adu-Jotos,-Iwan-dan-Ponto-Segera-Panggil

Demikian dikatakan Wakil Ketua BK DPRD Sumenep A. Hosaini Adhim kemarin (1/12). Selaku seorang pimpinan alat kelengkapan DPRD, dia sangat menyesalkan kejadian itu. ”Sebab, di tengarai, ada unsur penganiayaan. Nanti terduga pelaku, korban, dan saksi- saksi bakal dipanggil,” katanya.

Selain itu, pihaknya segera menggelar rapat pleno untuk menentukan langkah pemanggilan. Lembaga yang  dipimpin Moh. Ruqi Abdillah itu manargetkan, pemanggilan tuntas sebelum proses hukum selesai.

Sebab, meskipun kasus tersebut masuk ranah hukum, BK berhak memproses. Sementara itu, proses hukum atas peristiwa di gedung  wakil rakyat tersebut terus  berjalan. Bahkan, Iwan dan  Ponto sama-sama melapor ke polres.

Mereka juga sama-sama mengaku menjadi korban. Iwan berharap, proses hukum  tetap dilanjutkan. Sebab, akibat  luka di bibir, dirinya masih  mengalami sakit. ”Tidak benar  kalau disebut adu jotos. Tapi, saya yang dijotos. Masak orang  dijotos masih akan menggigit, tidak mungkin lah,” ujar Iwan saat  ditemui di rumahnya kemarin.

Laporan ketua DPD Partai Golkar Sumenep kubu Abu Rizal Bakrie (ARB) itu tercatat dengan nomor LP/245/XI/2015/JATIM/RES SMP tanggal 30 November  2015. Dalam laporan itu disertai  kronologi kejadian. Dalam surat tersebut disebutkan,  Ponto, anggota DPRD Sumenep dari Golkar kubu  Agung Laksono (AL), dilaporkan   menganiaya Iwan.

Akibat pemukulan itu, Iwan luka di bibir  bawah hingga mengalami empat  jahitan. ”Saya dianiaya dan  saya tidak melawan,” ujarnya. Di tempat terpisah, Ponto  juga bersikukuh berkelahi. Dia mengklaim tidak menganiaya  Iwan. Hanya, dia mengakui,  dalam perkelahian, ada  pembelaan atas serangan  lawan.

Menurut dia, jika menganiaya, tidak mungkin  tangan kanannya terluka. ”Saya dipukul Iwan sampai  dua kali. Saya hanya menangkis  kok, tidak tahu kena kemana  tangkisan itu,” tuturnya. Karena luka yang diderita,  politikus asal daerah pemilihan (dapil) 2 itu juga melapor ke  polisi sekitar dua jam setelah  Iwan melapor.

Bahkan, luka di tangannya juga sudah divisum. Laporan tersebut tercatat dengan bukti LP/246/2015/ JATIM/RES SMP tanggal 30 November 2015. Sebelumnya, aksi kurang terpuji terjadi di gedung DPRD Sumenep Senin (30/11).

Iwan dan Ponto yang sama-sama anggota dewan dari Golkar terlibat adu jotos. Pemicunya, diduga karena konflik dualisme kepengurusan di internal Golkar.  Iwan yang ketua DPD Golkar Sumenep kubu ARB mengalami  empat jahitan di bibir.

Sementara itu, Ponto, usai perkelahian, mengikuti rapat  paripurna  DPRD Sumenep.  Sebelum  itu terjadi, mereka membicarakan  proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota  DPRD dari Golkar. Juga,  pergantian Ponto sebagai sekretaris  Fraksi Golkar. (radar)