Ada Calo di BPJS Kesehatan

PAMEKASAN – Banyak cara dilakukan oknum demi mendapat keuntungan pribadi. Salah satunya, menjadi calo atau broker di bidang pelayanan Badan  Penyelenggara Jaminan Sosial  (BPJS) Kesehatan Pamekasan. Modus operasinya, calo memanfaatkan keluarga pasien  yang tidak berpengalaman.

Calo menawarkan jasa mengurus administrasi pasien untuk memperoleh pelayanan BPJS Kesehatan. Modus itu diungkapkan Kepala BPJS Kesehatan Pamekasan Moh. Ismail Marzuki kemarin (28/3). ”Berdasar laporan staf, banyak calo di BPJS. Itu diketahui dari beberapa  pasien yang akan mendapatkan pelayanan BPJS. Pasien banyak. Tapi, yang mengurus hanya oknum itu-itu saja,” katanya.

Praktik percaloan, sebut dia, sangat merugikan BPJS. Ismail mengaku telah mengingatkan keluarga pasien agar tidak memanfaatkan calo. Namun, yang terjadi, praktik percaloan tetap marak. ”Masyarakat awam yang sering menjadi korban calo. Apalagi, masyarakat tidak mengetahui aturan BPJS yang sebenarnya,” ungkapnya.

Keluarga pasien tentu mengeluarkan uang kepada calo untuk mengurus BPJS. Padahal, pengurusan BPJS gratis. Ismail mengimbau masyarakat datang langsung jika akan mendaftar sebagai  anggota BPJS Kesehatan. ”Kalau mengurus sendiri kan bisa paham. Masyarakat dapat mengetahui langusng bagaimana aturan BPJS,” ucapnya.

Akibat praktik percaloan, uang  iuran peserta tidak disetor ke BPJS. Itu diketahui setelah peserta dihubungi untuk membayar kewajiban per bulan. ”Setelah dihubungi, ternyata, peserta sudah membayar kepada calo, tapi tidak disetorkan  kepada kami,” ungkapnya.

BPJS akan bertindak tegas. Jika masih ditemukan calo, BPJS bakal melapor kepada polisi. ”Kami beri imbauan dulu. Kalau calo tetap beroperasi, kami laporkan ke kepolisian,” pungkas Ismail. (radar)