500 Cyclist Taklukan 237 KM

BANGKALAN – Tuntas sudah event internasional Gran Fondo Jawa Pos (GFJP) East Java 2016. Jalan sepanjang 237 kilometer berhasil  ditaklukkan 500 cyclist dari 40 kota dan 11  negara dengan baik. Event Jawa Pos Cycling itu start pukul 06.00 dan fnis pukul 17.00 di   Kenjeran, Surabaya.

GFJP baru pertama digelar di Madura. Namun, kemeriahan acara tersebut di luar dugaan. Warga Pulau Garam sangat antusias dan ramah kepada para peserta. Event internasional itu semakin meriah  karena setelah melewati Jembatan Suramadu, cyclist disambut pelajar di sepanjang jalan.

Tak berhenti di situ, ratusan peserta terkejut saat melintasi rute di pantai utara (pantura) Bangkalan  dan Sampang. Mulai pit stop 1 Kecamatan Klampis, mereka disuguhi eksotisme dan panorama alam dengan hamparan pantai yang indah. Apalagi, udara khas wilayah   pantura yang menyejukkan.

Di pit stop 1, Bupati Bangkalan RK Muh. Makmun Ibnu Fuad menyapa ratusan cyclist. Ra Momon juga menceritakan pengalamannya mengayuh sepeda dari Kenjeran melintasi Jembatan Suramadu hingga tiba di pit stop 1. Meskipun sempat terjatuh, bupati tidak mau kalah dengan cyclist  yang berpengalaman.

Ra Momon tetap berusaha keras untuk bisa sampai ke pit stop 1. Kelelahan Ra Momon sirna melihat   keceriaan para cyclist di tempat itu. Sebelum memimpin pemberangkatan peserta menuju pit stop 2,  dia memberi sambutan kepada ratusan cyclist.

Dia juga mengajak Direktur Utama PT Jawa Pos Koran Azrul Ananda untuk menggelar event serupa  di tahun mendatang. ”Bangkalan   memiliki eksotisme dan kekayaan alam yang melimpah. Potensi pariwisata di sini juga tak kalah dengan daerah lain. Semoga event semacm ini bisa terulang dan   lebih meriah,” ucap Ra Momon.

Dia menambahkan, kegiatan  ini memiliki keuntungan besar  bagi kedua pihak. Ragam potensi di Bangkalan, kata Ra Momon, semakin dikenal. Keunikan dan kekhasan potensi itu dapat dirasakan peserta. ”Kami berharap kepada Mas Azrul  agar menggelar event khusus untuk   Bangkalan dan Madura. Pemkab juga akan mematangkan persiapan agar event yang digelar lebih mantap dan meriah,” imbuhnya.

Ra Momon kemudian memberangkatkan peserta. Cyclist  kembali mengayuh sepeda melintasi pantura. Mereka semakin bersemangat menantikan kejutan- kejutan menarik lain di sepanjang  rute. Sebanyak 500 cyclist bergegas mengayuh sepeda menuju pit stop 2 di SDN Pandiyangan 1, Sampang.

Sebelum tiba di pit stop 2, ratusan  cyclist disambut warga dan pelajar di pinggir jalan. Mereka memberi  semangat kepada cyclist untuk   menuntaskan rute sepanjang 237 kilometer itu. Sampai di pit stop 3 Pantai Camplong, ratusan peserta disambut   Wabup Sampang Fadhilah Budiono.

Azrul Ananda menjadi tamu kehormatan dan dikalungi bunga sesaat setelah tiba di pantai itu.  Fadhilah mengutarakan, event  bersepeda bertajuk sport tourism  sangat menarik dan baru kali per-  tama digelar Jawa Pos di Madura.

”Kesan peserta sungguh luar biasa. Karena itu, kami menginginkan  agar event serupa rutin digelar di Madura. Sebab, sangat membantu mengangkat potensi yang ada di  Sampang dan Madura,” katanya.  Secara tidak langsung, event tersebut sudah mengangkat Pantai Camplong. Dia berharap pantai  tersebut semakin dikenal luas. Tidak hanya di Indonesia, melainkan ke seluruh dunia.

Ke depan, diinginkan tidak hanya  Bangkalan dan Sampang. Empat  kabupaten bisa jadi menjadi tuan rumah untuk menggelar event spektakuler yang digagas Jawa Pos. ”Tentu, kami sangat menginginkan  dan menantikan Jawa Pos menggelar acara serupa yang meriah  lagi,” ucap Fadhilah bersemangat.

Azrul Ananda menyampaikan, dirinya sudah dua kali bersepeda ke  Madura. Kali pertama saat simulasi.  Namun, sensasi bersama ratusan peserta tentu berbeda. Meskipun  banyak yang sudah mengenal Madura, tapi peserta belum pernah  atau jarang datang ke Madura.

”Teman-teman senang karena  ada banyak kejutan di sepanjang rute. Menurut saya, Madura indah  dan eksotis,” ucapnya usai melayani permintaan foto dari para peserta di Pantai Camplong.  Dari segi rute, memang lintasan  yang dilalui bukanlah yang paling menantang. Namun, jarak tempuh  menjadi tantangan tersendiri. Sebab, untuk menikmati keindahan  Madura, mereka harus menempuh jarak 237 kilometer.

Bagi banyak orang, sangat berat bersepeda di atas 200 kilometer.”Jadi ini memberi pengalaman baru bagi para cyclist. Apalagi,  di tempat yang mungkin jarang- jarang mereka kunjungi,” ujarnya. Dia menambahkan, sepanjang rute yang dilalui tidak membosankan.

Ada hamparan pantai, jalan  naik turun dan berliku. Tantangan  terberat setelah pit stop 3 Pantai Camplong. Selepas itu tanjakan yang dilalui peserta cukup  erat. Namun, setelah sampai pit stop 4  di SMPN 1 Tanah Merah, peserta hampir sampai garis finish.

”Sebab,tantangan di jalan sudah tidak ada. Tanjakan hanya di Suramadu.  Selebihnya, cyclist bersepeda dengan have fun,” kata Azrul.  Dia menyatakan, rata-rata para peserta merupakan pengusaha  di berbagai kota dan negara. Dia meyakini, para pengusaha itu terinspirasi melihat Madura untuk kemudian berinvestasi di Pulau  Garam.

”Seandainya Gran Fondo  tidak lagi di Madura tahun depan, kami akan menyiapkan event khusus untuk Madura. Kenapa nggak sekalian keliling Pulau Madura.  Ini kan menarik,” jelasnya.  Dia berterima kasih kepada Pemkab Bangkalan dan Sampang.

Terutama kepada Bupati Ra Momon dan Wabup Fadhilah Bu- diono. Menurut  dia, semangat luar  biasa yang ditunjukkan Ra Momon sangat membantu kenyamanan, kelancaran, dan keamanan event  internasional tersebut. ”Ra Momon semangatnya bolehlah saat bersepeda. Meskipun pemula, beliau bisa menunjukkan kemampuan bersepeda dengan jarak tempuh  yang jauh,” tandasnya. (radar)