2 Orang Tewas, 3 Mobil Ringsek

SAMPANG – Dua kecelakaan yang terjadi di akses jalan provinsi mengakibatkan dua pengendara tewas dan tiga mobil ringsek. Kecelakaan tersebut terjadi di ruas jalur pantura Sampang dan ruas jalur selatan. Kecalakaan pertama terjadi di Jalan Raya  Bringkoneng, Desa Nepa, Kecamatan Banyuates, Sampang, Jumat malam (19/2).

2-Orang-Tewas,-3-Mobil-Ringsek

Kecelakaan maut antara Vario M 2652 NZ dengan Mio L 4835 CJ itu menewaskan Sodik, 20, dan Mudakkir, 60. Sodik, warga Desa Tobai Tengah, Kecamatan Sokobanah, tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Mudakkir, warga  Desa Nepa, Kecamatan Banyuates, tewas dalam perjalanan  menuju rumah sakit umum  daerah (RSUD).

Kasatlantas Polres Sampang AKP Mala Darlius menjelaskan, kecelakaan  maut tersebut berawal saat pengendara Honda Vario, Sodik melaju dari barat ke timur. Sodik  membonceng Matsuri, 29. Setiba di lokasi kecelakaan, muncul Mudakkir mengendarai Yamaha Mio dari gang arah  utara.

Sesampainya di jalan raya, Mudakkir langsung menyebarang jalan dan memotong jalan Sodik yang dari barat. Karena sepeda motor yang dikendarai Sodik melaju dengan kecepatan tinggi, Vario M 2652 NZ tersebut langsung menabrak  sepeda motor Mudakkir.

”Sodik dan Mudakkir sama terpental dan keduanya sama-sama  tewas,” terang Mala Darlius  kepada Jawa Pos Radar  Madura kemarin (20/2).  Sementara itu, Matsuri yang  dibonceng Sodik hanya mengalami luka ringan dan dirawat  di RSUD Sampang.  Kasus lakalantas itu ditangani Satlantas  Polres Sampang.

”Dua sepeda motor korban sudah kami amankan sebagai  barang bukti. Kini penyidik tinggal menunggu Matsuri sembuh untuk dimintai keterangan,”  tambahnya.  Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berkendara.  Mala Darlius menjelaskan,  wilayah utara rawan lakalantas  daripada wilayah selatan.

Karena  itu, pihaknya berjanji akan  melakukan operasi di wilayah pantura Sampang itu.  Sebab, kata dia, rambu lalu  lintas seperti imbauan berbentuk  tulisan dalam baliho atau reklame  kurang dipatuhi. Pihaknya mengaku harus turun untuk  melakukan operasi kelengkapan berkendara bagi pengguna lalu  lintas di pantura.

”Insya Allah, dalam waktu  dekat, kami akan turun ke wilayah utara,” ujarnya.  Kecelakaan kedua terjadi di  Jalan Raya Desa Paterongan, Kecamatan Galis, Bangkalan, kemarin. Meski tidak ada korban  jiwa dalam kecelakaan tersebut,  tiga mobil mewah rusak parah.

Kejadiannya, mobil Innova  putih dengan nopol M 3681 UZ  yang dikendarai Didik Agung Widianto, 37, warga Jombang,  berjalan dari arah barat ke  timur. Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), yakni di Desa Paterongan, Kecamatan  Galis, Didik hilang kendali.

Lalu, mobil yang dikemudikannya berjalan ke kanan atau melewati garis markah. Dari arah sebaliknya, melintas mobil Ertiga dengan nopol L  1559 SH yang dikemudikan  Budyo, 53, warga Surabaya. Tak pelak, karena mobil Innova  milik Didik berjalan terlalu ke  kanan dan jarak antara kedua  mobil terlalu dekat, lakalantas pun tak terhindarkan.

”Seketika itu, dua mobil dari  arah berlawanan bertabrakan.  Yakni, antara mobil Innova  dan mobil Ertiga,” jelas Kanitlaka  Polres Bangkalan Iptu Puji  Purnomo kemarin.  Selanjutnya, sambung Puji,  bersamaan dengan terjadinya lakalantas tersebut, melintas  mobil Innova hitam dengan nopol B 1669 WFC yang dikemudikan Deddy Setiawan, 39,  warga Malang.

Dia melintas dari arah timur ke barat. Posisi  mobil tersebut berada pas di  belakang mobil Ertiga yang dikendarai Budyo. ”Mobil Innova yang dikendarai  Deddy ini lantas tidak bisa menghindar, karena jaraknya terlalu dekat,” tuturnya.

Puji menambahkan, setelah itu, Innova putih yang dikendarai Didik dengan Innova hitam bertabrakan lagi. Posisi kedua mobil sama-sama berhadapan. Untungnya, semua pengemudi  tidak mengalami luka-luka. ”Para pengemudi mobil tidak  apa-apa. Hanya ketiga mobilnya  yang ringsek dan mengalami  kerusakan,” kata Puji.

Akibat lakalantas tersebut,  diperkirakan, kerugian material mencapai Rp 80 juta. Ketiga  mobil kemudian dibawa ke pos  Tangkel untuk diamankan.  Puji mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam berkendara dan menghindari  potensi terjadinya lakalantas.  Karena itu, para pengendara harus okus ketika ingin bepergian.

”Saat mengantuk, sebaiknya istirahat dan tidak perlu memaksakan  terus mengemudi,”  imbaunya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • kecelakaan di sampang kemarin
  • kecelakaan di banyuates
  • kecelakaan di banyuates sampang
  • kecelakaan maut dijembatan bringkoning