199 Napi Dievakuasi ke Lantai Dua

SAMPANG – Sebanyak 199 penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B Sampang harus kabur dan mengungsi ke  lantai 2 kemarin (27/2). Sebab,  kamar para narapidana (napi) di lantai 1 terendam banjir. Ketinggian air di kamar napi  mencapai lutut orang dewasa.

Petugas-Rutan-Kelas-II-B-Sampang-berada-di-pintu-masuk-kamar-napi-kemarin.

Selain mengevakuasi napi,  petugas rutan juga menyelamatkan  barang-barang, seperti  perlengkapan tidur milik napi. Kepala Rutan Kelas II-B Sampang Lindu Prabowo terpaksa memindahkan penghuni rutan ke lantai 2. Itu dilakukan untuk melindungi napi dari banjir.

”Kondisinya tidak memungkinkan. Untuk sementara, napi kami pindah ke lantai 2,” terangnya kepada wartawan. Jika genangan air semakin tinggi, maka pihaknya akan mengevakuasi seluruh penghuni  rutan ke tempat lain yang lebih aman. Tetapi, dalam mengevakuasi, petugas melakukan secara hati-hati dan waspada.

”Yang kami evakuasi hanya napi,” tambahnya. Dijelaskan, kamar tahanan di lantai 2 mampu menampung ratusan penghuni rutan. Oleh karena itu, pihaknya tidak mengevakuasi napi ke tempat lain.  Selama banjir belum surut total, pihak rutan memutuskan untuk tidak membuka jadwal besuk dari keluarga napi. Tujuannya, demi  keamanan dan kenyamanan.

”Hari ini kami tidak melayani pembesuk,” ujar Lindu. Ketika ditanya apakah rutan akan aman ketika penghuninya ada di satu tempat? Pihaknya  memastikan aman. Sebab, dia  sudah menginstruksikan kepada bawahannya untuk lebih memaksimalkan penjagaan.

”Penjagaan  akan kami maksimalkan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” tandasnya. Kepala Penjaga Rutan Abd. Subir mengaku kasihan kepada para napi. Pasalnya, sejak pagi  hingga menjelang sore, belum  diberi makan dan minum. Apalagi, penerangan dan genset  yang ada di rutan belum  maksimal.

Selain itu, petugas juga sibuk mengevakuasi barang dan para napi ke lantai 2. ”Pesanan nasi tidak mungkin datang, soalnya, banjir sudah merendam hampir semua wilayah kota Sampang,” ucapnya. (radar)