142 Wanita Teridentifikasi Kanker Serviks

BANGKALAN – Kanker serviks atau  kanker mulut rahim adalah salah satu penyakit kanker paling ditakuti kaum hawa. Setiap tahun, banyak wanita meninggal  karena penyakit tersebut. Di Bangkalan, jumlah penderita  kanker serviks (mulut  rahim) selama 2015 mencapai 172 orang.

142-Wanita-Teridentifikasi-Kanker-Serviks

Sebanyak 30 orang dinyatakan positif mengidap kanker serviks dan sedang menjalani perawatan lanjutan. Sedangkan, 142 orang masih teridentifikasi dan berisiko  tinggi terkena kanker rahim.  ”Untuk 142 wanita, perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk  memastikan positif atau tidak,”  terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan dr Nur Aida  Rachmawati kepada Jawa Pos  Radar Madura kemarin (1/1).

Aida mengatakan, sepanjang 2015, ada 1.353 wanita yang  telah diperiksa menggunakan  IVA (inspeksi visual dengan asam asetat). Dari hasil pemeriksaan tersebut, 1.069 wanita dinyatakan tidak bebas dari kanker serviks.

Sedangkan 142 wanita sudah teridentifikasi dan harus menjalani pemeriksaan lanjutan. Setiap wanita, lanjut dia, berisiko terkena kanker serviks tanpa kecuali. Kanker serviks terjadi saat sel normal di serviks berubah menjadi sel kanker.

Hal  itu disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) yang bersifat  onkogenik (penyebab kanker).  Oleh karena itu, bagi wanita berusia 21 tahun wajib memeriksakan alat kelaminnya ke petugas medis. Tujuannya, menjaga kesehatan  alat vital agar terhindar dari kanker serviks.

”Penyakit ini sangat riskan. Sekali terkena, sulit untuk diselamatkan,” terangnya. Aida menerangkan, meskipun setelah pemeriksaan awal melalui IVA dan dinyatakan positif, belum bisa dipastikan terkena kanker serviks. Tapi, bisa terkena  penyakit lainnya, seperti terjadi  infeksi di pucuk alat kelamin kewanitaan  atau jamur.

”Untuk memastikan terkena kanker serviks atau tidak, harus ada pemeriksaan lanjutan. Bisa ke laboratorium mana pun asal  bisa diperiksa pap smear (uji  medis untuk mendeteksi ada tidaknya gangguan pada leher rahim),” ujarnya.

Setelah diperiksa dan dinyatakan positif mengidap kanker serviks, bisa dilakukan terapi. Tetapi kalau kanker serviks  itu sudah mencapai stadium  empat, tidak bisa diterapi lagi dan harus dikemoterapi.  Sejauh ini, pihaknya sudah  pencegahan dan deteksi dini.

Selain itu, kata Aida, pihaknya telah menyediakan 12 dokter dan 56 bidan terlatih dan bersertifikat  untuk pemeriksaan IVA di 22 puskesmas di Bangkalan. ”Minimal kami sudah menemukan  deteksi dini dan sudah beberapa menemukan yang  positif,” imbuhnya.

Untuk pemeriksaan IVA, Aida mewajibkan kepada wanita berusia 21 tahun dan wanita yang sudah menikah agar tidak  takut untuk memeriksakan alat vitalnya ke puskesmaspuskesmas. ”Untuk para suami agar mengingatkan  istrinya dan mengajak untuk mau diperiksa. Tidak sakit  kok,” pungkasnya. (radar)