Yakin Gili Iyang Jadi Ikon Wisata Jatim

KOTA – Kekayaan oksigen di Pulau Gili Iyang membuat Pemkab Sumenep bangga. Pulau yang bakal dijadikan lokasi wisata kesehatan itu diyakini mampu menyabet predikat ikon wisata Jawa Timur (Jatim). Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengatakan, Gili Iyang akan dikembangkan menjadi objek wisata kesehatan.

Pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan, homestay, dan MCK sudah dilakukan. Bahkan, saat ini pemkab dalam  tahap pengerjaan sistem penyediaan air minum (SPAM) yang dibor dari  daratan dan dialirkan melalui pipa bawah laut. ”Insya Allah Desember peresmian,” katanya kemarin (30/4).

Busyro menyatakan, objek wisata yang memiliki kadar oksigen tinggi hanya di Gili Iyang. Pulau yang terbagi dua desa itu diyakini bakal menjadi ikon wisata Sumenep. Dia optimistis,  pulau yang secara geografis masuk Kecamatan Dungkek itu bakal menjadi ikon wisata Jatim.

Untuk mendukung terwujudnya mimpi tersebut, banyak yang dilakukan pemkab. Salah satunya, promosi secara besar-besaran. Baik melalui media lokal maupun televisi nasional. Dengan promosi tersebut, diharapkan masyarakat luar Sumenep yang belum mengetahui Gili Iyang dapat berkunjung.

”Sekarang sudah banyak yang berkunjung. Bahkan, wisatawan mancanegara juga ada,” klaimnya. Sarana dan prasarana juga digarap secara bertahap. Terbaru, lanjut Busyro, yakni penggarapan kapal pesiar yang bakal melayani wisatawan berkunjung ke pulau yang juga disebut pulau awet muda tersebut.

Pembangunan Gili Iyang tentu tidak bisa hanya mengandalkan dana dari APBD. Tetapi, harus sharing dengan pemerintah provinsi maupun pusat. ”Pembangunan jalan, BPWS yang mengerjakan, tetapi sudah diserahkan ke pemkab,” ucapnya.

Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Moh. Subaidi mengatakan, sudah saatnya Sumenep bangkit secara ekonomi melalui sektor pariwisata. Dengan pariwisata, perekonomian warga akan meningkat. Ketergantungan pemkab kepada pemerintah pusat terkait dana juga bisa dikurangi. Sebab, pendapatan asli dareah (PAD) akan meningkat.

”Kami siap membantu pengembangan pariwisata,” ujarnya. Tidak hanya Gili Iyang yang fokus dibangun. Lokasi wisata lain seperti Gili Labak juga harus diagendakan pembangunannya. ”Tetapi, tetap harus dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan,” saran dia. (radar)