Waspada, Demam Berdarah Mengintai

Dua Pekan 11 Penderita

KOTA – Demam berdarah dengue (DBD) kembali mengintai warga Sumenep. Untuk itu, masyarakat diminta  mewaspadai ancaman penyakit  akut itu. Hingga pekan kedua 2016, penderita DBD di RSUD dr H Moh.  Anwar mencapai 11 orang.

Pasien-DBD-dirawat-di-ruang-perawatan-kelas-III-RSUD-dr-H-Moh.-Anwar-Sumenep-kemarin.

Dirut RSUD dr H Moh. Anwar Fitril  Akbar menyatakan, selama dua pekan terakhir, pasien penderita penyakit mematikan itu terus bertambah.  Pada Desember 2015, tidak ada penderita penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti yang dirujuk ke  rumah sakit pelat merah itu.

Namun, pada Januari 2016, penderita mencapai 11 orang. Ironisnya, penderita  mayoritas adalah anak-anak. Hal itu terjadi  karena kekebalan tubuh anak-anak  rendah sehingga mudah terjangkit penyakit. Terutama, penyakit menular.

Angka itu, lanjut Fitril, kemungkinan  terus bertambah. Mengingat, perkembangan nyamuk diprediksi lebih banyak.  Sebab, curah hujan semakin tinggi. Genangan air yang bisa menjadi sarang  nyamuk akan semakin banyak. ”Harus  betul-betul diwaspadai. Jaga kebersihan lingkungan,” ajaknya kemarin (12/1).

Secara terp isah, Kepala Dinkes Sumenep A. Fatoni mengatakan, penyebaran DBD harus diwaspadai. Caranya, selalu menjaga kebersihan di  lingkungan sekitar. Mengingat, sarang nyamuk kebanyakan berada di wilayah kumuh dan genangan air.

Ditanya terkait data penderita DBD, mantan kepala Puskesmas Ambunten itu  menjelaskan, data yang masuk ke dinkes untuk sementara hanya penderita yang  dirawat di RSUD. Untuk yang dirawat di puskesmas, laporannya belum masuk.

Nunggu akhir bulan,” katanya. Mengenai upaya memperkecil jumlah  penderita, Fatoni mengklaim, setiap puskesmas sudah siap. Masing-masing puskesmas dilengkapi alat fogging. Petugas akan melakukan pembsmian di lokasi yang disinyalir  menjadi sarang nyamuk.

”Bahkan,  puskesmas di kepulauan ada yang   lebih dari satu,” katanya.  Dia berharap, upaya pembasmian nyamuk itu juga didukung masyarakat. Salah satunya, menjaga kebersihan lingkungan. Utamanya, mencegah banyaknya genangan air di tempat-tempat  kumuh. (radar)