Warga Pulau Butuh Perahu Jenazah

ARJASA – Fasilitas kesehatan untuk wilayah kepulauan minim.  Hingga saat ini, Pemkab Sumenep  belum menyediakan sarana  transportasi pengangkut jenazah jalur laut. Masyarakat terpaksa menggunakan angkutan laut  seadanya.

Warga-menyambut-kedatangan-mayat-yang-dibawa-menggunakan-perahu-kayu-dari-Kalianget-menuju-Pelabuhan-Batu-Guluk,-Pulau-Kangean,-beberapa-waktu-lalu.

Mereka meminta penyediaan  sarana tersebut.  Abd. Rahman, 35, warga Desa Kolo-Kolo, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, sangat merasakan  keterbatasan fasilitas  itu. Dia menuturkan, beberapa  waktu lalu familinya meninggal  di salah satu rumah sakit di Pamekasan.

Kemudian, keluarga membawa jenazah itu pulang. Sampai di Pelabuhan Kalianget, mereka tidak segera mendapat angkutan. Sebab,  kapal penumpang dalam perjalanan Kangean–Kalianget. Akibatnya, jenazah terpaksa dibawa dengan perahu kayu.

Jika melihat waktu tempuh,  menggunakan perahu rakyat  memang lebih cepat.  Hanya butuh waktu sekitar 4–5 jam perjalanan. Namun, keselamatan penumpang tidak terjamin. Mengingat, perjalanan laut  dari Kalianget menuju Kangean  melawati laut lepas. Tak jarang  ketinggian gelombang mencapai  2–4 meter.

”Sangat berbahaya,” katanya kemarin (28/2). Menurut dia, peristiwa semacam itu kerap terjadi. Namun, hingga sekarang, belum ada solusi yang ditawarkan pemerintah. Padahal, jenazah harus segera disemayamkan.  Karena itu, dia meminta  pemkab juga memerhatikan  masyarakat kepulauan.

Bagi orang pulau, kata Rahman, pemerintah tidak harus  turun setiap waktu ke pulau  memberikan bantuan sembako.  Yang terpenting, fasilitas transportasi dan pelayanan  kesehatan baik. Bahkan, dia  menyatakan, lebih baik bayar daripada gratis, tapi pelayanan  kurang profesional.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep A. Fatoni menjelaskan, pelayanan kesehatan di kepulauan sudah dimaksimalkan. Tenaga medis di tiap puskesmas telah dilatih secara  profesional. Dia memastikan, pelayanan kepada masyarakat  sesuai prosedur.

”Insya Allah tenaganya sudah profesional semua,” terangnya. Terkait ambulans laut, pengadaan itu memang sempat direncanakan. Hanya, rencana  tersebut belum bisa direalisasikan karena keterbatasan anggaran.  ”Insya Allah suatu saat  akan punya ambulans laut,”  tandasnya. (radar)