Warga Polisikan Kades Cangkreng

KOTA – Puluhan warga Desa Cangkreng, Kecamatan Lenteng, kembali mendatangi Mapolres Sumenep kemarin (21/9). Kali ini, mereka melaporkan Kades Amin Zali yang dinilai mengancam warga. Tindakan itu menimpa Sahwan dan H Mahfur, warga desa setempat.

Ceritanya, Selasa sore (20/9)  mereka ditemui Amin Zali. Kedatangan orang nomor satu di Cangkreng itu dinilai tidak sopan dan malah mengintimidasi. Amin disebut menggedor-gedor  pintu warga itu hingga rusak. Bahkan, Sahwan yang semula istirahat di dalam rumah disuruh keluar.

Setelah ditemui, Amin marah-marah dan mencaci maki dengan kata-kata kasar.  Kuat dugaan, Amin tidak suka terhadap warganya yang mendatangi mapolres. Saat itu mereka mempertanyakan kasus raskin yang dilaporkan pada 2015.

Kepada wartawan, Sahwan mengungkapkan, tindakan Amin sudah lewat batas. Padahal, sebagai Kades, seharusnya mengayomi warganya. ”Dia  datang ke rumah saya karena saya diketahui ikut ke polres. Akhirnya, dia emosi dan mengancam saya,” ungkapnya.

Bahkan, Amin melontarkan kata-kata tidak sopan. Apalagi, Amin Zali masih aktif sebagai Kades. ”Intimidasi semacam itu sudah sering dilakukan Amin. Namun, sebagai warga Cangkreng, kami takut untuk melapor. Nah, kali ini kami sudah tidak kuat. Makanya, kami lapor ke polisi,” ucapnya.

Sahwan menegaskan, kali ini yang masuk polres yakni dua laporan. Pertama, berkaitan dengan dugaan penyimpangan raskin. Kemudian, perihal ancaman Kades. ”Kami ingin polisi bertindak tegas. Masyarakat Cangkreng sudah tidak kuat terus-menerus mendapat perilaku kurang menyenangkan,”  ujarnya.

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Hasanuddin mengatakan, semua laporan yang masuk pasti ditindaklanjuti. Tak terkecuali, kasus di Cangkreng apabila memenuhi unsur dan cukup bukti.

”Pasti diproses secara hukum,” jelasnya. Sayangnya, Amin Zali tidak menanggapi upaya konfirmasi wartawan. Sebelumnya, dia mengaku pasrah pada proses  hukum terkait laporan warganya itu. (radar)